ADVERTISEMENT

PCR-Antigen Tak Jadi Syarat Perjalanan, Pemasok Alat Tes COVID Buka Suara

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 15 Mar 2022 13:49 WIB
Amerika Serikat tengah menghadapi infeksi COVID-19 dalam beberapa hari terakhir hingga mencatat 1.082.549 kasus dalam kurun waktu 24 jam pada Senin (3/1/2022).
Foto: AP Photo
Jakarta -

Gabungan Perusahaan Alat-alat Kesehatan dan Laboratorium (Gakeslab) merespons kebijakan pemerintah yang tak lagi mewajibkan tes PCR atau antigen sebagai syarat perjalanan jauh menggunakan transportasi umum.

Sekretaris Jenderal Gakeslab Randy Hendarto menilai, bagi pelaku usaha alat kesehatan dan alat lab, kebijakan seperti itu adalah hal yang biasa. Dia menjelaskan naturalnya bisnis alat kesehatan dan alat lab bisa naik dan turun tergantung dengan kasus penyakit maupun kebijakan pemerintah.

"Jadi contohnya banyak juga kan penyakit-penyakit yang terkait dengan musiman, misalnya musim hujan kasus penyakit demam berdarah meningkat. Berarti otomatis alat-alat lab, alat-alat kesehatan yang berkaitan dengan demam berdarah tentu meningkat. Tetapi begitu musimnya turun, kasusnya menurun, persediaan dan sebagainya juga akan turun. Jadi kalau pelaku usaha alat kesehatan /lab ini suatu hal yang natural, seperti biasa lah," katanya kepada detikcom, Selasa (16/3/2022).

Dia menjelaskan pelaku usaha alat kesehatan sebenarnya sudah mengerti hal semacam itu. Oleh karenanya, sebagai produsen mereka biasanya tidak hanya memproduksi satu jenis macam alat. Jadi harus punya backup atau punya portofolio yang cukup lengkap dalam memproduksi berbagai macam alat. Demikian pula untuk distributor.

"Kalau yang distribusi juga berbagai macam alat tidak bisa hanya bergantung pada satu macam," sebutnya.

Bagi pelaku usaha baru di bidang alat kesehatan dan alat lab yang selama ini fokus ke produk terkait COVID-19 seperti alat tes PCR atau antigen, menurut dia mungkin akan kesulitan untuk menyesuaikan diri setelah pemerintah tidak lagi mensyaratkan tes PCR atau antigen untuk melakukan perjalanan jauh.

"Pelaku usaha baru yang baru tumbuh pada saat COVID ini di mana dia misalnya bikin pabrik hanya untuk memproduksi antigen COVID, ya tentu akan mengalami kesulitan kalau mereka tidak segera cepat mengantisipasinya," papar Randy.

"Pelaku baru yang tidak mengerti natural bisnis kesehatan, alat lab ini yang dari awal memang sudah investasi besar misalnya untuk jangka waktu 5 tahun 10 tahun, tanpa mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan seperti ini, itu jangan-jangan agak mengalami kesulitan secara fleksibel mengubah bisnisnya," tambahnya.

Lihat juga Video: Syarat Antigen-PCR Tak Wajib, Penumpang KA Gambir: Senang tapi Was-was

[Gambas:Video 20detik]



(toy/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT