Kemenperin Soal Stok Migor Curah: Ada 47 Pabrik Produksi 8.000 Ton/Hari

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 23 Mar 2022 14:03 WIB
Pekerja saat mengisi minyak goreng curah ke dalam jeriken di Pasar Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (16/3/2022). Saat ini harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng curah naik menjadi Rp 14.000 per liter.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Pemerintah menjamin distribusi minyak goreng dilakukan dengan baik. Sehingga proses dari distribusi dari hulu ke hilir akan terjaga sehingga tak menimbulkan kelangkaan.

Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri AA menyatakan, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian beserta jajarannya, termasuk Kemenperin berkomitmen menjalankan instruksi Presiden Joko Widodo terkait dengan program minyak goreng sawit (MGS) curah subsidi dengan harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp 14.000 per liter. Upaya ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat serta pelaku usaha kecil dan mikro terhadap MGS curah.

"Bapak Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Bapak Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita serta jajaran pejabat di bawahnya telah telah bekerja keras, memprioritaskan dan menghabiskan waktu kerjanya guna memikirkan kebijakan yang tepat mengatasi krisis MGS di dalam negeri," tegas Febri dalam keterangannya, Rabu (23/3/2022).

Dikatakannya, sampai saat ini, kebijakan MGS Curah berbasis industri sudah berhasil memastikan produksi MGS Curah Subsidi di 47 industri MGS dengan kemampuan memproduksi lebih dari kebutuhan MGS curah nasional sebesar 8 ribu ton per hari. Dalam waktu dekat, masyarakat dan pasar tradisional akan mendapatkan pasokan MGS Curah lebih besar sesuai HET sehingga berdampak terhadap keterjangkauan harga MGS kemasan oleh masyarakat.

"Kemenperin mengakui bahwa program MGS Curah Subsidi adalah tantangan yang harus dihadapi mengingat harus mengatur dan mengawasi produksi dan distribusi MGS curah sekaligus," kata dia.

Dia mengatakan, persoalan minyak goreng ini membuat para para pejabat hingga bekerja lembur demi ketersediaan pasokan.

"Beberapa di antaranya, kurang tidur dan sudah berhari-hari tidak pulang ke rumah bersama keluarga," ungkapnya.

Dia mengakui, upaya yang dilakukan memang belum sebanding dengan beban berat yang dihadapi oleh masyarakat, yakni kenaikan harga minyak goreng dan pasokannya. Hal ini tentu menjadi perhatian dan pertimbangan yang mendalam bagi Menperin guna menjamin ketersediaan minyak goreng dengan harga yang terjangkau.

Beban yang ditanggung masyarakat berupa kelangkaan MGS serta naiknya harga minyak goreng kemasan senantiasa menjadi pertimbangan dan motivasi untuk menyukseskan program MGS Curah Subsidi.

"Tidak ada yang lebih memotivasi kami selain menyukseskan arahan Bapak Presiden dan meringankan beban masyarakat atas MGS," tutur Febri.

Jubir Kemenperin mengapresiasi Andre Rosiade sebagai anggota Komisi VI DPR RI dan APPSI (Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia) yang telah menyampaikan hasilnya pengawasannya kepada publik. Kemenperin selalu menerima masukan dan informasi terkait program MGS Curah Subsidi ini.

"Kami berharap Andre terus konsisten menyampaikan hasil pengawasannya terutama mengungkap fakta objektif atas ketersediaan dan harga minyak goreng di tengah masyarakat. Andre Rosiade sebagai anggota Gerindra dapat menyampaikan data lebih detil, akurat dan up to date tentang terkait ketersediaan dan harga MGS curah di pasar seluruh Indonesia," pungkasnya.



Simak Video "Pagi-pagi, Warga Denpasar Antre Minyak Goreng Curah"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/zlf)