Kemenperin Kawal Penyaluran Minyak Goreng Curah, Ini Datanya

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 12 Apr 2022 17:36 WIB
Warga saat membeli minyak goreng curah di salah satu agen minyak goreng di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta, Selasa (12/04/222). Permintaan minyak gorang curah terus meningkat di bulan puasa Ramadan 1443H, meski pasokan beum aman.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Pelaku industri minyak goreng sawit diminta terus meningkatkan pasokan minyak goreng curah di pasar. Sejauh ini, dari data yang ada di Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (SIMIRAH) rata-rata penyaluran minyak curah sudah mencapai 6.060 ton per hari.

Jumlah itu mengalami kenaikan dari rata-rata di bulan Maret yang cuma mencapai 4.050 ton. Distribusi ini juga sudah mencapai wilayah timur Indonesia.

"Kami mendorong para pelaku industri minyak goreng sawit untuk meningkatkan pasokan minyak goreng curah Bersubsidi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, usaha mikro, dan usaha kecil. Kami memberikan apresiasi sebesar-besarnya terhadap para pelaku perusahaan industri minyak goreng sawit yang terlibat," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya, Selasa (12/4/2022).

Agus memaparkan, pemenuhan kebutuhan minyak goreng curah bersubsidi terus meningkat dari 51,98% pada bulan Maret lalu menjadi 77,90% pada April.

Selain itu, aspek pemerataan distribusi juga membaik. Dari semula 14 provinsi, kini tinggal 7 provinsi, yang masih terlapor zero supply, utamanya provinsi-provinsi di wilayah timur, antara lain Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur, imbuhnya.

Dalam hal ini, pemerintah telah mengambil kebijakan untuk menyuplai minyak goreng curah bersubsidi dalam kemasan jeriken khusus untuk provinsi-provinsi tersebut. Pasokan untuk beberapa provinsi di Indonesia timur yang masih mengalami kekosongan juga sedang dalam proses pengiriman.

"Meskipun dikemas dalam jeriken, minyak goreng tersebut masih berstatus minyak curah dan tetap diberikan subsidi," kata Agus.

Penggunaan jeriken hanya untuk mempermudah pengiriman dan jeriken diberikan label khusus bertuliskan minyak goreng curah bersubsidi yang harus dijual dengan HET Rp 15.500 per kilogram atau Rp 14.000 per liter.

Lihat juga video 'Sidang 'Mendag Tak Juga Ungkap Mafia Minyak Goreng' Ditunda':

[Gambas:Video 20detik]