BUMN Dorong Kesetaraan Gender di Tempat Kerja, Ini Sederet Caranya

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 16 Apr 2022 22:00 WIB
Sejumlah tamu beraktivitas di dekat logo baru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/7/2020). Kementerian BUMN meluncurkan logo baru pada Rabu (1/7) yang menjadi simbolisasi dari visi dan misi kementerian maupun seluruh BUMN dalam menatap era kekinian yang penuh tantangan sekaligus kesempatan. ANATAR FOTO/Aprillio Akbar/nz
BUMN Dorong Kesetaraan Gender di Tempat Kerja/Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Jakarta -

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dalam beberapa kesempatan menyebut jika perusahaan pelat merah juga harus diisi dengan talenta-talenta muda yang memiliki kemampuan baik.

Selain itu BUMN juga harus mendukung kesejahteraan gender bagi perempuan agar bisa memiliki kesempatan berkarier yang sama seperti kaum pria.

Direktur Sumber Daya Manusia (SDM), Tata Kelola dan Manajemen Risiko Pupuk Indonesia Tina T Kemala Intan mengungkapkan BUMN turut diperkuat dengan penerapan budaya atau core values AKHLAK. AKHLAK ini adalah peta jalan yang merupakan akronim dari Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif.

"Dengan penerapan human capital management system yang terintegrasi tersebut, maka dapat mempercepat penciptaan kultur yang kolaboratif dan high performing," kata dia dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (16/4/2022).

Pupuk Indonesia juga terus berkomitmen untuk meningkatkan jumlah dan kualitas top talent tersebut. Kemudian mempersiapkan dan mempercepat dalam menghasilkan kader-kader unggul. Hal ini mengingat sebesar 85% talenta di Pupuk Indonesia grup adalah generasi milenial.

Tina menjelaskan perusahaan juga terus melakukan transformasi untuk mewujudkan insan Pupuk Indonesia menjadi insan berkelas dunia atau world class human capital.

Ada tiga strategi untuk mewujudkan perusahaan dengan world class human capital. Pertama, memperkuat organisasi melalui strategi talenta yang lebih baik dengan sistem rotasi. Kedua, memperkuat talent sourcing, diversity, engagement, dan afiliasi kepada Pupuk Indonesia. Dan ketiga, menciptakan kultur yang kolaboratif dan high performing.

"Untuk mendukung upaya tersebut, saat ini kami sedang mengembangkan Human Capital Information System atau HCIS. Dengan sistem ini, pengelolaan human capital di seluruh Pupuk Indonesia grup dapat termonitor dengan baik karena saling terintegrasi," jelas Tina.

Berlanjut ke halaman berikutnya.