Pupuk Indonesia Mau Buat 3 Pabrik Baru Produksi Urea & Soda Ash

Yudistira Perdana Imandiar - detikFinance
Kamis, 07 Apr 2022 19:47 WIB
Pabrik Pupuk
Foto: Pupuk Indonesia
Jakarta -

PT Pupuk Indonesia (Persero) akan membangun pabrik baru Pusri IIIB di Palembang, Sumatera Selatan dan pabrik soda ash di Bontang, Kalimantan Timur dan Gresik, Jawa Timur. Pembangunan fasilitas produksi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi produksi pupuk serta hilirisasi produk.

Direktur Portofolio dan Pengembangan Usaha Pupuk Indonesia Jamsaton Nababan menerangkan kehadiran pabrik-pabrik baru tersebut bertujuan untuk meningkatkan daya saing, memberikan nilai tambah, hingga dampak positif di bidang ekonomi dan sosial. Hal tersebut didapatkan melalui peningkatan efisiensi produksi pupuk, efisiensi energi, hingga optimalisasi hasil samping produksi.

"Pada tahun 2022 proyek-proyek tersebut akan masuk pada tahap proses tender dan diproyeksikan akan beroperasi secara komersil pada tahun 2025 mendatang," jelas Jamsaton dalam keterangan tertulis, Kamis (7/4/2022).

Jamsaton menjabarkan melalui pabrik Pusri IIIB, perusahaan nantinya dapat meningkatkan efisiensi produksi amoniak dan urea. Pabrik tersebut akan menggantikan pabrik Pusri III & IV yang saat ini sudah berusia tua dan kurang efisien.

Adapun pabrik Pusri IIIB akan dioperasikan oleh PT Pupuk Sriwidjadja Palembang dengan kapasitas produksi amoniak 445 ribu ton per tahun dan pupuk Urea 907 ribu ton per tahun.

Jamsaton menambahkan untuk kali pertama Pupuk Indonesia grup membangun pabrik soda ash, yang merupakan produk turunan atau hilirisasi dari gas CO2 yang merupakan hasil samping dari pabrik amoniak.

Ia menuturkan soda ash adalah bahan yang dibutuhkan industri lainnya, seperti industri kaca, aki, deterjen, dan sebagainya. Pabrik ini nantinya akan dioperasikan oleh PT Pupuk Kaltim dan PT Petrokimia Gresik dengan kapasitas produksi masing-masing 300 ribu ton per tahun.

"Dengan demikian, pabrik Pusri IIIB akan dapat menjamin ketersediaan pupuk urea dengan harga yang lebih kompetitif. Sedangkan soda ash diharapkan dapat memenuhi sebagian kebutuhan soda ash nasional yang saat ini sepenuhnya masih impor," tutur Jamsaton.

Selain meningkatkan efisiensi produksi dan hilirisasi produk, lanjut Jamsaton, proyek pengembangan Pupuk Indonesia grup ini lainnya juga turut berkontribusi atas efisiensi energi. Sebab, pabrik baru tersebut akan menggunakan teknologi yang lebih ramah lingkungan, seperti pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Jamsaton mengatakan Proyek Pusri IIIB dan soda ash juga termasuk dalam rangkaian milestone dekarbonisasi Pupuk Indonesia grup. Perusahaan, kata dia, berkomitmen untuk mendukung target net zero emission pemerintah dengan menetapkan target dekarbonisasi sebesar 5 juta ton CO2 pada tahun 2060.

"Selain soda ash, Pupuk Indonesia juga melakukan hilirisasi produk petrokimia lainnya, seperti blue amoniak, green amonia, CO2 cair, metanol, dan sebagainya," ujar Jamsaton.

(ncm/hns)