Sampoerna Bakal Rilis Produk Bebas Asap, Berapa Harganya?

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 22 Apr 2022 11:15 WIB
Philip Morris Indonesia
Rokok bebas asap Sampoerna/Foto: Aulia Damayanti
Jakarta -

PT HM Sampoerna Tbk telah membangun pabrik produk bebas asap mulai 2021. Targetnya, pabrik itu akan selesai pada akhir 2022 dan mulai memproduksi secara komersial.

Adapun produk yang digarap adalah produk olahan tembakau bebas asap. Produk tersebut dilabeli merek HEETS.

Lantas, berapa harga produk bebas asap racikan Sampoerna itu?

Terkait harga rokok bebas asap (HEETS), President South & Southeast Asia Region, Philip Morris International (PMI), Stacey Kennedy mengaku belum bisa menyampaikan bagaimana harga di akhir 2022. Dia hanya menyebutkan harga HEETS saat ini dan dibandingkan dengan produk Marlboro.

"Saya tidak bisa menyampaikan terkait dengan harga di masa depan. Saat ini, Marlboro dijual seharga Rp 35.000 per bungkus 20 batang dan produk HEETS seharga Rp 33.000/bungkus untuk 20 batang. Jadi Anda bisa melihat harganya sebanding," katanya saat ditemui di kantor PT HM Sampoerna Tbk di One Pacific Place, SCBD, Kamis (21/4/2022) kemarin.

Penggunaan rokok bebas asap ini bukan dibakar melainkan dipanaskan. Alat atau perangkat (device) pemanas untuk rokok bebas asap bernama IQOS. Alat itu merupakan produksi dari Philip Morris.

Alat pemanas tembakau tersebut dibanderol mulai dari Rp 900.000 sampai Rp 1,3 juta, tergantung kapasitasnya. IQOS ini telah dilakukan uji pasar di Indonesia sejak Maret 2019.

Jadi, cara menggunakan rokok bebas asap ini dengan memasukkan batang rokok (HEETS) ke alat IQOS. Nantinya, IQOS yang akan memanaskan batang rokok.

Ketika digunakan atau dihisap oleh pengguna, tidak akan menghasilkan asap melainkan uap atau aerosol. Demikian dikutip dari data dari HM Sampoerna.

Stacey menambahkan, IQOS telah dipasarkan di 71 negara di dunia pada akhir 2021. Perusahaan menargetkan produknya mencapai 100 negara pada tahun 2025.

Berdasarkan hasil survei Philip Morris, produk rokok bebas asap ini memiliki tingkat keberhasilan tertinggi membuat orang berhenti merokok yang dibakar.

"Karena lebih dari 70%, bahkan 72% dari mereka yang telah beralih ke IQOS, menggunakannya untuk sepenuhnya berhenti merokok," katanya.

Saat ini Philip Morris memiliki 21,2 juta pengguna IQOS berdasarkan perkiraan pada akhir tahun 2021. Lebih dari 15 juta di antaranya telah sepenuhnya berhenti merokok dan telah beralih ke IQOS.

"Ini berarti lebih baik bagi mereka, karena merupakan alternatif yang lebih baik daripada terus merokok," pungkasnya.

(eds/eds)