Tembakau: Potensi Ekonomi dan Manfaatnya

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Senin, 06 Jun 2022 14:23 WIB
Cuaca mendung dan hujan selama dua hari ini, membuat petani tembakau di lereng Merapi-Merbabu harus turun gunung. Hal itu dilakukan demi untuk mendapatkan sinar matahari.
Foto: Ragil Ajiyanto
Jakarta -

Tembakau sebagai salah satu komoditas pertanian memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Namun sayang, edukasi dan sosialisasi pemanfaatan tembakau memang belum masif. Padahal secara ilmiah, tak sedikit jurnal yang telah membuktikan bahwa tanaman tembakau punya komponen ilmiah yang sangat bermanfaat bagi lingkungan.

Hananto Wibisono, Sekjen Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) mengatakan, selama ini persepsi dan stigma negatif terhadap tanaman tembakau begitu kental.

"Seolah-olah semua masalah di muka bumi ini, disebabkan tembakau. Belum lagi ratusan regulasi regional dan nasional yang belum berimbang dan kurang adil terhadap tembakau itu sendiri. Ini yang perlu kita ubah," katanya, Senin (6/6/2022).

Sejatinya, tak sedikit penelitian yang mempublikasikan manfaat ilmiah pemanfaatan mulai dari limbah tembakau (granul ekstrak tembakau) terhadap larva aedes aegypti, hingga limbah batang tembakau yang bisa menjadi bahan pupuk organik, pewarna alami biotik, bio briket, bio diesel (energi alternatif), hingga pestisida.

"Ini bukti bahwa tembakau memiliki potensi ekonomi dan dapat membantu proses pertanian yang ramah lingkungan. Sudah saatnya kita bersama pemerintah fokus mengembangkan hal ini. Kita bisa menerapkan circular economy," papar Prima Gandi, Dosen Ekonomi Pertanian IPB, yang turut hadir dalam diskusi tersebut.

Seluruh bukti ilmiah tersebut, menurut Prima Gandhi, dapat diakses secara gratis. Ia mengajak generasi muda untuk tidak terjebak pada polemik dan stigma negatif terhadap tembakau.

"Kami berharap lintas instansi dan sektoral dapat berpartisipasi aktif mengembangkan dan menyebarluaskan pemanfaatan tembakau yang bisa bermanfaat bagi kesehatan dan lingkungan. Indonesia sangat welcome terhadap investor. Mengapa pemerintah tidak membantu memberikan kesempatan investasi agar potensi ini menjadi nilai ekonomi yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat luas, dimulai dari daerah yang merupakan sentra pertanian tembakau, " ujar Prima.

Untuk diketahui bahwa musim kemarau ini, para petani sudah mulai menanam tembakau. Tembakau adalah tanaman semusim. Di mana ketika petani tak bisa mengandalkan tanaman palawija yang membutuhkan sumber air banyak, mereka memilih tembakau yang jelas membuat mereka mandiri secara ekonomi.



Simak Video "Kemenkes Ungkap Uang Belanja Rokok Lebih Tinggi Daripada Makanan Bergizi"
[Gambas:Video 20detik]