BUMN Ini Siap Dominasi Pasar Petrokimia Asia Pasifik 5 Tahun ke Depan

Atta Kharisma - detikFinance
Rabu, 08 Jun 2022 15:52 WIB
Pupuk Kalimantan Timur
Foto: Pupuk Kalimantan Timur
Jakarta -

PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) yakin mampu mendominasi pasar Asia Pasifik dalam 5 tahun ke depan. Sejumlah langkah disiapkan untuk memenuhi target tersebut.

Direktur Utama PKT Rahmad Pribadi sebagai pemain terdepan di industri petrokimia yang juga menyokong ketahanan pangan nasional, PKT terus memaksimalkan peran krusialnya dalam mentransformasi industri petrokimia domestik. Ia optimistis dapat memanfaatkan peluang dan prospek petrokimia berbekal teknologi dan sumber daya manusia yang dimiliki PKT.

"Kami mampu menyediakan produk-produk pupuk untuk pemenuhan kebutuhan pasar domestik maupun memaksimalkan peluang di pasar global," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (8/6/2022).

"Tren permintaan juga kami prediksi terus meningkat seiring dengan bertambahnya populasi global yang tentu meningkatkan suplai pangan. Tren tersebut juga tercermin dalam kinerja positif perusahaan, yang kami pertahankan di kuartal pertama tahun ini," imbuhnya.

Pada tahun 2021 PKT berhasil menorehkan laba setelah pajak sebesar Rp 6,17 triliun, tertinggi dalam sejarah berdirinya perusahaan. Lebih lanjut kinerja positif selama tahun 2021 lalu mampu dipertahankan di awal tahun ini.

Pada kuartal pertama tahun 2022, PKT berhasil mencatatkan laba setelah pajak mencapai Rp 3,19 triliun. Meningkat hampir 4 kali lipat dibanding kuartal pertama tahun 2021 (Y.o.Y). Bahkan, selama bulan April saja, perolehan laba Pupuk Kaltim telah mencapai sekitar Rp 2 triliun.

Rahmad menjelaskan kinerja positif tersebut tidak lepas dari penerapan growth strategy yang dipersiapkan oleh PKT. Strategi tersebut berfokus pada tiga pilar utama, yaitu keunggulan operasional dan rantai pasok melalui efisiensi energi serta optimalisasi infrastruktur, keunggulan diversifikasi dengan mengembangkan bisnis di sektor hilirisasi petrokimia serta energi terbarukan, dan keunggulan jangkauan pasar dengan peningkatan kapasitas domestik dan ekspansi di pasar global.

Ketiga strategi tersebut, lanjut Rahmad, diterapkan perusahaan untuk meraih keseimbangan antara 3P (People, Planet, Profit).

Saat ini PKT memiliki 13 Pabrik, antara lain 5 pabrik Amoniak, 5 pabrik Urea, 1 pabrik NPK Fused Granulation, 1 pabrik NPK Blending, dan pabrik 1 boiler batu bara, dalam kawasan seluas 443 hektare di Bontang, Kalimantan Timur.

Dengan kapasitas produksi sebanyak 3,43 juta ton Urea dan 2,74 juta ton Amoniak setiap tahun menjadikan PKT memegang posisi produsen Urea terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Untuk NPK sendiri, PKT memiliki kapasitas sebesar 300 ribu ton/tahun.

Klik halaman selanjutnya >>>