Mengintip Kinerja BUMN Pupuk yang Melesat di 2021, Apa Rahasianya?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 18 Jun 2022 06:30 WIB
Pupuk Indonesia
Foto: Dok. Pupuk Indonesia
Jakarta -

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI beberapa waktu lalu menyampaikan kinerja perusahaan pelat merah pada 2021 meningkat signifikan. BUMN mencatatkan laba Rp 126 triliun atau naik 869% dibandingkan 2020 sebesar Rp 13 triliun.

Salah satu BUMN, PT Pupuk Indonesia (Persero) turut berkontribusi terhadap pencapaian tersebut. Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Bakir Pasaman, mengungkapkan ada peningkatan yang signifikan dalam berbagai indikator kinerja perusahaan.

"Kami sangat mengapresiasi kebijakan-kebijakan Menteri BUMN yang mendorong kami untuk melakukan transformasi di segala bidang sehingga berdampak positif terhadap kinerja Perusahaan", kata Bakir dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/6/2022).

Kinerja Pupuk Indonesia juga tidak lepas dari peran anak-anak usahanya. Berdasarkan kinerja tahun sebelumnya, produsen pupuk mengalami pertumbuhan kinerja yang signifikan.

"Laba Pupuk Kaltim di tahun 2021 mencapai lebih dari tiga kali lipat dibandingkan tahun 2020. Begitu juga dengan laba PT Pusri. Sedangkan PT PIM dan Pupuk Kujang mengalami pertumbuhan hingga empat kali lipat", jelas Bakir.

Laba Petrokimia Gresik meningkat 137% dibandingkan 2020. Kemudian Mega Eltra, Pupuk Indonesia Utilitas, dan Pupuk Indonesia Logistik juga menunjukan tren positif. Total laba Pupuk Indonesia pada 2021 mencapai Rp 5,13 triliun, atau 220% dibandingkan 2020 sebesar Rp2,3 triliun.

"Namun ada anak perusahaan, yaitu PT Rekind, yang belum menghasilkan laba. Saat ini kami tengah melakukan program restrukturisasi untuk memulihkan kinerja Rekind", jelas Bakir.

Melalui program transformasi bisnis, Pupuk Indonesia bertransformasi dari sebelumnya strategic holding menjadi activist holding yang ditandai dengan sentralisasi sejumlah bidang strategis yang bertujuan untuk menghasilkan nilai tambah bagi holding maupun anak perusahaan.

"Selain itu, kita juga bisa memanfaatkan dengan baik momentum harga yang baik di pasar internasional, terutama untuk amoniak dan urea", tambah Bakir.

Pupuk Indonesia juga tengah mempersiapkan sejumlah proyek dan pengembangan, antara lain, proyek pabrik urea, amoniak dan methanol di Papua Barat, proyek Pusri 3B di Pusri Palembang, proyek Katalis Merah Putih di Pupuk Kujang, penyelesaian proyek NPK di Pupuk Iskandar Muda, hingga proyek Soda Ash di Pupuk Kaltim dan Petrokimia Gresik.

(kil/ara)