ADVERTISEMENT

Survei: 61% Perusahaan Retail Bingung Langkah Awal Modernisasi Gudang

Jihaan Khoirunnisa - detikFinance
Selasa, 28 Jun 2022 18:54 WIB
Pickers (pengambil barang) JD.ID mendata produk pesanan konsumen di Warehouse JD.ID Marunda, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (10/12/2021). Menjelang Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 12.12 salah satu perusahaan e-commerce JD.ID menargetkan akan tejadi lonjakan pembelian sekitar 167.000 order per hari. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa.
Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA
Jakarta -

Pandemi COVID-19 disebut mempercepat adopsi teknologi digital karena peralihan aktivitas fisik ke online. Tak heran jika pemanfaatan e-commerce pun semakin masif.

Kondisi tersebut mau tidak mau memaksa perusahaan retail untuk beradaptasi dengan go digital. Berdasarkan Warehousing Vision Global Study yang dilakukan Zebra Technologies, sebanyak 80% pelaku usaha retail mengakui situasi pandemi ikut mendorong percepatan modernisasi, terutama dalam hal operasional perusahaan.

Untuk diketahui, Warehousing Vision Global Study merupakan sebuah survei untuk mendalami tren dan sentimen yang mendorong pengambilan keputusan dalam hal operasional dan anggaran di gudang. Survei ini melibatkan lebih dari 1.500 pembuat keputusan dan staf gudang di seluruh dunia, termasuk di Indonesia dan wilayah Asia Pasifik lainnya.

APAC Vertical Solutions Lead for Manufacturing, Machine Vision/Fixed Industrial Scanning, Zebra Technologies Asia Pacific Aik Jin Tan mengatakan di era disrupsi akibat pandemi tantangan operasional supply-chain semakin kompleks, yang kemudian ikut berimbas pada ketersediaan barang untuk konsumen.

"Pertama, konsumen ingin pengiriman barang yang cepat. Siapapun itu, saya maupun Anda ingin barang cepat sampai. Lalu kedua, perusahaan menghadapi kendala biaya transportasi yang melonjak," ujar Aik Jin Tan dalam Zebra Media Briefing, Selasa (28/6/2022).

Lalu yang ketiga, kata dia, tren permintaan konsumen semakin sulit diprediksi. Karena itulah perusahaan perlu menerapkan modernisasi dalam operasional gudang. Mengingat gudang atau warehouse yang memegang peran penting dalam mengelola stok barang, penyimpanan, memproses pemesanan, pengemasan, dan sampai pada proses pengiriman.

Lebih lanjut, dia menjelaskan hasil studi yang dilakukan pihaknya juga menunjukkan sekitar 87% responden setuju dan berencana melakukan upaya modernisasi dalam kurun waktu 3 tahun ke depan. Sayangnya kebanyakan dari mereka tidak tahu bagaimana langkah untuk mewujudkan pengelolaan gudang yang lebih modern tersebut.

"(Sebanyak) 61% dari responden tidak yakin dari mana harus memulai otomatisasi operasional gudang mereka," terangnya.

Padahal menurutnya untuk mulai mengadopsi penggunaan teknologi, tidak terlalu sulit. Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh perusahaan.

"Yakni mulai dengan langkah kecil, dan berpikir besar. Analisis posisi perusahaan saat ini, dan seperti apa perusahaan yang diinginkan dalam beberapa tahun ke depan, berikut tantangannya. Lalu, carilah teknologi yang sesuai untuk setiap tahapan yang akan dilalui perusahaan," tutur Aik Jin Tak.

Senada, Country Manager for Indonesia Zebra Technologies Asia Pacific Eric Ananda juga menekankan pentingnya modernisasi gudang bagi perusahaan, terutama yang bergerak di bidang retail. Sebab teknologi yang sesuai dapat membekali para pekerja, sekaligus meminimalisir human error.

"Kerugian terbesar itu human error kalau saya bisa bilang. Apalagi dengan volume yang begitu besar. Tantangannya besar bagi perusahaan, terutama perusahaan retail. Pembelian juga sekarang omnichannel. Bisa lewat website, aplikasi. Jadi dari mana pun order berdatangan. Akan ada banyak kemungkinan human error, waktu terbuang, jika tidak menggunakan teknologi," ujar dia.

Tak jauh berbeda, Sales Engineer Zebra Technologies Indonesia Api Agape Paradisa Budi menyebut dengan semakin meningkatnya demand maka semakin diperlukan upaya peningkatan produksi warehouse atau gudang.

"Produksi di sisi warehouse sangat diperlukan. (Karena itu), Zebra (hadir) mendukung perusahaan dengan produknya. (Di antaranya yaitu) TC53 dan TC58 mobile computer. Ini sudah sangat banyak dipakai oleh konsumen di Indonesia, terutama untuk urusan warehouse. Beberapa (aspek) yang menonjol, (alat ini) sudah menggunakan layar 6 inch. Dan kita memiliki military grades. Jadi cocok dipakai di warehouse," ungkapnya.

(ncm/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT