ADVERTISEMENT

RI Targetkan Swasembada Gula di 2025, BUMN Bisa Apa?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 03 Jul 2022 20:30 WIB
lahan tebu
Ilustrasi Petani Tebu (Foto: reuters)
Jakarta -

Indonesia memiliki target besar untuk bisa melakukan swasembada gula konsumsi di tahun 2025. Hal itu pun sudah masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 - 2024.

Kementerian BUMN pun mendapat tugas untuk meningkatkan kapasitas gula kristal putih (GKP) atau gula konsumsi. Apa saja yang akan dilakukan untuk mengejar target swasembada gula di 2025?

Tugas meningkatkan kapasitas gula sendiri bakal diemban oleh Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero). Salah satu langkah strategis yang dilakukan untuk mengejar target swasembada adalah pembentukan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN).

Perusahaan ini merupakan sub holding dari PTPN III yang fokus di bidang industri gula, mulai dari hulu hingga hilir. PT SGN saat ini mengonsolidasikan 36 pabrik gula di seluruh Indonesia.

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), M. Abdul Ghani menyatakan untuk mencapai swasembada gula tahun 2025, produksi GKP dalam negeri harus sebesar 3,9 juta ton. Namun untuk mencapai hal tersebut masih ada banyak tahapan yang dilakukan.

"Melalui PT SGN, PTPN Group akan melakukan transformasi kelas dunia di komoditas tebu dan gula," ujar Abdul Ghani.

PT SGN ditarget memproduksi gula konsumsi sebanyak 2,6 juta ton per tahun. Serta meningkatkan produktivitas perkebunan tebu dari 67 ton per hektare (ha) menjadi 97 ton per ha. Target ini merupakan target jangka menengah, yang harus terealisasi pada 2030.

Saat ini, PTPN Group menguasai 132.524 ha lahan tebu, sedangkan total lahan tebu milik PTR mencapai 228.584 ha. Direktur Utama PT SGN Aris Toharisman menyatakan pihaknya akan melalukan serangkaian pendekatan, pembinaan, dan pendampingan kepada petani rakyat.

Perusahaan akan memperbaiki sistem budidaya tebu melalui perbaikan kualitas bibit, pupuk, dan pestisida, pengaplikasian teknologi dan smart farming, akses permodalan dan asuransi pertanian, hingga jaminan pembelian hasil panen (off-taker).

"Melalui serangkaian pendampingan holistik, harapannya produktivitas tebu PTR meningkat," ujar Aris.

Di sektor hilir, PT SGN memiliki target meningkatkan kualitas rendemen gula, dari 7,3% menjadi 11,2% pada 2030. Peningkatan rendemen ini akan mengakselerasi produksi gula PT SGN, dari 800.000 ton menjadi 2.600.000 ton per tahun. Langkah peningkatan tersebut membutuhkan investasi, khususnya pengadaan mesin dan teknologi terbaru.

(hal/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT