ADVERTISEMENT

Kejar Target Swasembada Gula 2025, PTPN Perluas Lahan Tanam Tebu

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 06 Apr 2022 17:10 WIB
BULANDSHAHR, UTTAR PRADESH, INDIA - JANUARY 15: Farmers work at a jaggery (a thick cane sugar made from concentrated sugar cane juice) making plant on January 15, 2021 in Bulandshahr, India. As protests against a a wide-ranging farm reform bill continue and Indian farmers blockade roads leading into Delhi, their families have been left to tend to the land and take care of day to day operations on the small farms that produce a vast amount of the fresh food bound for the capital. Women, traditionally in charge of looking after the household, have taken to farming, and as India descends into winter, circumstances have turned to a struggle for both farmers at the protests and their relatives on the land. Indias Supreme Court has put the new laws on hold, ordering both sides to mediate and submit a report within two months. (Photo by Anindito Mukherjee/Getty Images)
Foto: Getty Images/Anindito Mukherjee
Jakarta -

PTPN III (Persero) atau Holding Perkebunan Nusantara menambah luasan lahan tanam tebu. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan swasembada gula konsumsi tahun 2025.

PTPN III bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah dalam rangka mengelola lahan tebu seluas 22,6 hektare. Lokasinya, ada di Desa Kuripan, Kecamatan Sabah. Areal tanah di desa Kuripan ini ditargetkan dapat memeroleh produktivitas yang optimal, sehingga masyarakat akan kembali tertarik untuk mengembangkan budidaya tanaman tebu.

"Tahun ini PTPN Group menargetkan dapat memproduksi gula sebesar 1,1 juta ton. Pada tahun 2025 yang akan datang, targetnya 1,8 juta ton. Kebutuhan gula nasional di tahun 2025 sekitar 3,5 juta ton, dimana 60% kebutuhan gula nasional bisa dipenuhi oleh PTPN Group," ungkap Direktur Utama PTPN III M. Abdul Ghani dalam keterangannya, Rabu (6/4/2022).

Demi mencapai target swasembada gula, PTPN Group membutuhkan lahan tebu kurang lebih seluas 250.000 hektare. Saat ini, total luas lahan tebu milik PTPN Group berkisar 150.000 hektare.

Untuk menambah total luas lahan tebu, PTPN menjalin kerja sama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk pemanfaatan tanah bengkok, lahan PT Perhutani, petani, dan pihak lainnya.

Holding Perkebunan Nusantara bersama dengan anak perusahaan yaitu PTPN IX akan menyediakan bantuan bibit berkualitas kepada masyarakat petani tebu. Langkah ini diharapkan memberikan dampak pada kenaikan produktivitas pertanian tebu rakyat, sehingga mendongkrak pendapatan petani.

Penanaman tebu perdana di Desa Kuripan, Batang ini selaras dengan Program Makmur, yaitu program inisiasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sedang dijalankan oleh PTPN group, dalam rangka penyediaan pupuk non-subsidi untuk mendukung budidaya perkebunan.

"Niat kami ke depan, ketika kami nantinya dapat mengembangkan model pendanaan yang sustainable (berkelanjutan), kami akan siapkan bibit terbaik sekaligus pembinaan kepada petani. Terkait penyediaan pupuk, kami akan berkolaborasi dengan BUMN lain, melalui Program Makmur yang diinisiasi Menteri BUMN," kata Abdul Ghani.

PT Sinergi Gula Nusantara turut terlibat dalam proyek ini. Anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara tersebut bertindak sebagai pembeli hasil panen petani (off taker). Sementara itu, PT Petrokimia Gresik dan PT Pupuk Kujang Cikampek, menjadi penyedia pupuk, sarana dan prasarana pertanian, pendampingan serta aplikasi teknologi pertanian.

Sedangkan perbankan BUMN (Himbara) akan dilibatkan dalam pemberian kredit. PTPN Group optimis, kolaborasi dengan BUMN lain salah satunya melalui Program Makmur ini mampu meningkatkan produktivitas tebu dan mendorong ketersediaan gula dalam negeri.

(hal/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT