ADVERTISEMENT

Cerita Petani Tembakau, Sekali Panen bisa Dapat Rp 90 Juta

Ilyas Fadilah - detikFinance
Kamis, 07 Jul 2022 20:15 WIB
SUMEDANG, INDONESIA - 2022/06/20: A woman farmer arranges trays of tobacco drying in Sumedang. The majority of residents in this village work as tobacco farmers, a profession they have passed on from generation to generation. When visiting this village, we will see expanses of tobacco drying under the sun filling the village roads, roofs and terraces of houses. This village is able to meet market demand from all Indonesian provinces including West Java, Bali and Sumatra. Some produce is even exported abroad, to places such as Pakistan, Malaysia and Turkey. (Photo by Algi Febri Sugita/SOPA Images/LightRocket via Getty Images)
Foto: Algi Febri Sugita/SOPA Images/LightRocket/Getty Images
Jakarta -

Industri tembakau dianggap membawa berkah bagi petani. Dari bertani tembakau, petani mengaku bisa memperoleh pendapatan yang tinggi.

Miswanti misalnya, salah satu petani di Kecamatan Eromoko, Wonogiri, Jawa Tengah yang mengaku pernah memperoleh Rp 90 juta per satu kali panen.

"Tahun 2020, padahal kita sedang menghadapi pandemi, perekonomian kita terpuruk, untuk petani tembakau kita di Wonogiri Alhamdulillah masih ada hasil, dan saya sendiri masih mengantongi Rp 90 juta untuk tembakau wonogiri," kata Miswanti dalam acara Diskusi Media: Tanam Raya Tembakau, Kamis (7/7/2022).

Selain pandemi COVID-19, tahun 2020 berbarengan dengan serangan hama Trips yang dialami petani. Petani menyebut tidak patah arang dan tetap semangat menggarap lahan tembakau mereka.

Sementara itu, Roni, petani tembakau lainnya mengungkapkan bisa memperoleh hingga Rp 27 juta dalam sekali panen. Menurutnya hasil tersebut jauh lebih baik dibanding saat dirinya menjadi buruh di Solo, Jawa Tengah.

"Kalau panen terakhir totalnya sekitar 50 kilogram, saya dapatnya kira-kira Rp 27 juta," ungkap Roni.

Namun, Roni tidak mengetahui pasti rincian uang yang diterimanya dari panen. Sebab, harga daun tembakau berbeda-beda tergantung kualitas daun tembakau.

Karena sangat tergantung cuaca, menurut Roni tembakau hanya bisa panen satu kali dalam setahun. Setelah panen, lahan bekas tembakau akan dialihfungsikan ke tanaman lain, seperti palawija atau padi.

Meski dipandang menguntungkan, petani tembakau pernah mengalami beberapa kendala. Misalnya, masalah kekeringan tahun 2019 yang membuat sebagian lahan petani tembakau tidak bisa ditanami.

Terkait masalah kekeringan, petani tembakau mengakalinya dengan membeli air dari mobil tangki. Meskipun, tetap ada sebagain lahan yang gagal tertanami.

(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT