ADVERTISEMENT

China Krisis Chip, Produksi Mobil Terancam Mandek

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 20 Jul 2022 09:17 WIB
Mikroprosesor Intel 4004, Chip Pertama di Dunia tahun 1971
Foto: (Intel)
Jakarta -

China mengalami krisis chip komputer atau semikonduktor, komponen untuk mobil konvensional hingga listrik. Krisis chip ini telah berlangsung selama dua tahun terakhir akibat pandemi COVID-19 dan permintaan yang melonjak.

Para penjual Chip kini bahkan mengeluarkan uang lebih banyak demi antre mendapatkan chip atau semikonduktor. Salah satunya Kelvin Pang yang rela bayaran US$ 23 juta untuk memenuhi kekurangan chip perusahaannya. Total yang dia beli sebanyak 62.000 dari Jerman

Karena krisis chip di China, dia menjual pun lebih mahal lagi. Pang menjualnya ke pemasok mobil di pusat teknologi China di Shenzhen seharga US$ 375 per unit chip.

Krisis chip di China juga disebabkan karena negara itu masih bergantung pada impor. China sebagai produsen mobil terbesar di dunia, dan pemimpin dalam kendaraan listrik (EV), hampir seluruh pasokan chip bergantung dari impor Eropa, Amerika Serikat, dan Taiwan.

Langkanya chip di China juga diperparah oleh penguncian nol-COVID di sejumlah daerah salah satunya pusat kota Shanghai. Akibatnya, kekurangan chip ini mengancam produksi mobil, terutama mobil listrik yang tengah di gembar-gemborkan banyak produsen dan negara.

Menurut CATARC, Pusat Penelitian dan Teknologi Otomotif China, industri pembuatan chip dalam negeri yang masih terlalu kecil dan tidak mungkin sanggup untuk memenuhi permintaan dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Sementara, produsen mobil global seperti General Motors Co (GM.N), Ford Motor Co (F.N) dan Nissan Motor Co (7201.T) bergerak untuk mengamankan akses yang lebih baik melalui negosiasi langsung dengan pembuat chip, membayar lebih per bagian agar menerima lebih banyak persediaan.

Chip komputer, atau semikonduktor digunakan dalam ribuan kendaraan konvensional dan listrik. Alat itu membantu mengendalikan segalanya mulai dari memasang airbag dan mengotomatiskan pengereman darurat hingga sistem hiburan dan navigasi.

Survei Reuters yang dilakukan pada bulan Juni mengambil sampel chip, yang diproduksi oleh Infineon, Texas Instruments, NXP, STMicroelectronics dan Renesas, chip bisa melakukan beragam fungsi di mobil.

(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT