ADVERTISEMENT

Bahlil Pastikan Volkswagen Investasi Baterai Mobil Listrik di RI Tahun Ini

Ilyas Fadilah - detikFinance
Rabu, 20 Jul 2022 17:03 WIB
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia meninjau kondisi Holywings Gunawarman, Jakarta, Jumat (15/7/2022). Tinjauan tersebut dilakukan di salah satu gerai Holywings di kawasan Gunawarman, Senopati, Jakarta Selatan.
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia/Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Produsen mobil asal Jerman, Volkswagen bakal berinvestasi di Indonesia. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dalam Konferensi Pers Realisasi Investasi Triwulan II Tahun 2022.

"Mereka akan melakukan investasi di Indonesia, mereka akan lakukan di Sulawesi, dan prekursor, katodenya direncanakan di KIT Batang," kata Bahlil di Gedung Kementerian Investasi,Rabu (20/7/2022).

Bahlil mengaku punya perasaan yang baik terhadap rencana investasi VW. Ia menyebut kontrak pertama sudah jalan, dan sekarang masuk ke tahap kedua.

Mantan Ketua HIPMI ini mengatakan, Volkswagen menjalin kerja sama dengan perusahaan nikel asal Sulawesi. Namun terkait nilai investasi yang ditanamkan, Bahlil belum bisa memastikan.

Adapun kepastian investasi Volkswagen sudah mencapai 60%-70%. Volkswagen juga sudah mengirimkan tim ke lokasi di Sulawesi. Volkswagen akan masuk di sektor baterai listrik, karena menurut Bahlil perusahaan itu menjadi pemasok 30% mobil listrik di Eropa.

"Kalau ditanya VW masuk nggak? Masuk, tahun ini. BASF masuk nggak? Masuk. Jadi bayangin untuk nikel ini kita sudah hampir semua negara masuk," ujarnya.

Sektor industri mobil listrik di Indonesia disebutnya cukup menggiurkan. Korea melalui LG telah masuk dengan investasi sebesar US$ 9,8 miliar dan China masuk sebesar US$ 5,2 miliar. Foxconn dari Taiwan punya investasi US$ 8 miliar, disusul oleh negara-negara lainnya.

Karena alasan tersebut, Bahlil menampik opini yang menyebut investasi Indonesia hanya dikuasai oleh satu negara saja. Bahlil turut menyinggung potensi Ford dari Amerika Serikat (AS) berinvestasi di Indonesia. Menurutnya Kementerian Investasi baru menjajaki tahap diskusi dan belum berbicara soal potensi.

"Ford itu pemain mobil kedua setelah Tesla, itu Vice President-nya sudah ketemu sama saya. Jadi negara kita ini orang percaya. Kalo orang dari luar percaya sama negara kita, masa kita nggak percaya?," pungkasnya.

(ara/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT