Sudah Sampai Mana Uji Klinis Vaksin COVID-19 Buatan Bio Farma?

ADVERTISEMENT

Sudah Sampai Mana Uji Klinis Vaksin COVID-19 Buatan Bio Farma?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 04 Agu 2022 16:30 WIB
Pemerintah terus mengebut vaksinasi booster untuk mengendalikan pandemi Corona. Saat ini posko yang terus sibuk melayani warga berada di Taman Swakarsa Pondok Kelapa, Jaktim.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Bio Farma saat ini masih melakukan pembuatan vaksin COVID-19 dari dalam negeri. Sejauh ini, perusahaan farmasi pelat merah itu masih melakukan uji klinis untuk vaksin COVID-19.

Secara keseluruhan, uji klinis bertujuan untuk melihat apakah vaksin COVID-19 buatan Bio Farma aman digunakan dan dapat meningkatkan kadar antibodi untuk melawan virus COVID-19.

Status uji klinis fase 3 Vaksin COVID-19 saat ini sudah hampir selesai. Dalam hitungan hari, Bio Farma sebagai pembuat vaksin, akan segera menyerahkan hasil uji klinis tahap 3.

Sementara itu, menurut Medical Advisor Tim Uji Klinis Vaksin COVID-19 BUMN dr. Soedjatmiko, sesuai standar uji klinis vaksin WHO dan BPOM semua vaksin jenis baru harus melalui 3 tahapan uji klinis.

"Jadi dalam uji klinis tahap 1 vaksin Covid-19 Indonesia, kami para peneliti harus membuktikan bahwa calon dari vaksin ini aman untuk diberikan kepada masyarakat dan untuk melihat sejauh mana calon vaksin ini, bisa memunculkan antibodi yang diharapkan", ungkap Sudjatmiko dalam keterangannya, Kamis (4/8/2022).

Dalam uji klinis tahap 1 yang dilakukan Bio Farma sendiri telah diikuti oleh 175 orang dengan usia diatas 18 tahun, yang belum pernah mendapatkan vaksin dosis 1 dan 2 dan juga belum pernah terkena virus COVID-19. Studi yang dimulai 16 Februari 2022 yang lalu, saat ini masih dalam tahap pemantauan keamanan jangka panjang hingga 6 bulan.

"Jadi setelah uji klinis fase 1 selesai, kami tidak melepas begitu saja para subjek uji klinis, sehingga mereka masih harus dipantau dalam jangka waktu 6 bulan ke depan, untuk memantau kemungkinan efek jangka panjang," ungkap Sudjatmiko.

Bersambung ke halaman selanjutnya.

Sudjatmiko menjelaskan vaksin Bio Farma sejauh ini cukup aman digunakan, dari hasil evaluasi sementara uji klinis fase 1 yang dilakukan Bio Farma menurut Sudjatmiko memperlihatkan hasil uji titer antibodi IgG dan netralisasi mengabaikan peningkatan antibodi yang signifikan sampai dengan 28 hari setelah vaksinasi kedua.

Kemudian, dari sisi evaluasi keamanan, angka kejadian tidak diinginkan hingga 28 hari setelah dosis kedua secara umum tidak berbeda antar kelompok, dengan angka kejadian setelah dosis pertama lebih rendah dibandingkan setelah dosis pertama.

"Kejadian yang paling umum dilaporkan yaitu nyeri lokal di sekitar area suntik dan nyeri otot dengan intensitas ringan, tidak ada kejadian dengan intensitas berat," papar Sudjatmiko.

Sudjatmiko juga menyatakan pemeriksaan darah rutin dan biokimia menunjukkan nilai dalam batas normal dan tidak terdapat deviasi signifikan hingga tujuh hari setelah dosis pertama.

(hal/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT