ADVERTISEMENT

Bos Nike Indonesia Jawab Permintaan Zulhas Bangun Pabrik di Lampung

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 14 Sep 2022 06:30 WIB
Eskpor Sepatu Nike Indonesia Made in Tangsel ke Belanda
Foto: Aulia Damayanti
Jakarta -

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) sempat meminta secara langsung kepada Presiden Direktur Nike Indonesia, Joseph Warren agar dibangun juga pabrik sepatu Nike di wilayah Sumatera, salah satunya Lampung.

Menanggapi hal itu, Presiden Direktur Nike Indonesia, Joseph Warren menjelaskan pihaknya telah mempertimbangkan untuk pembangunan pabrik baru di Indonesia. Hanya saja, masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus dipikirkan, mulai dari infrastruktur, upah tenaga kerja hingga fasilitas impor seperti pelabuhan.

"Tapi Nike sangat berkomitmen untuk Indonesia, 30% dari produksi kami ada di Indonesia. Dan kami (Nike Indonesia) yang memiliki pertumbuhan paling tinggi di jaringan Nike global," katanya saat ditemui di PT Pratama Abadi Industri, Selasa (13/9/22).

Menurutnya, Nike tidak memiliki batasan di mana letak untuk dibangunnya pabrik sepatu Nike. Jadi, potensi dibangunnya pabrik Nike baru di Indonesia bisa di mana saja.

"Jadi saya tidak fokus berkomentar itu hanya pada Lampung (pembangunan pabrik baru). Sumatera di kan pulau dan ada tempat lain juga di Indonesia. Indonesia masih tetap menjadi negara yang penting bagi Nike. Jadi kami masih terus mengembangkan bisnis kami di sini," tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) meminta langsung kepada Warren agar perusahaan juga membangun pabrik sepatu di Sumatera, salah satunya Lampung. Permintaan itu untuk memperluas produksi sepatu dalam negeri dan potensi ekspor.

Awalnya, Zulhas mempertanyakan mengapa semua pabrik Nike Indonesia hanya ada di wilayah Jawa saja. "Kok di Jawa semua?" tanyanya sambil tertawa.

Ia pun akhirnya meminta agar pabrik sepatu Nike juga bisa dibangun di wilayah Sumatera, salah satunya Lampung. "Perlu dipikir agar Sumatera ada 1 pabrik dan di Sumatera murah upahnya, UMR murah di bawah Rp 2 juta," tuturnya.

"Kalau bisa buka di Lampung, Lampung itu tempat kelahiran saya. Sumatera, Medan sama Lampung penduduknya kecil. Kalau di Lampung, kalau mau cari mitra saya carikan, kalau mau. Kalau nggak juga nggak apa-apa," candanya.

(ada/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT