ADVERTISEMENT

Begini Jurus Agar Tenaga Kerja Industri RI Bisa Berdaya Saing

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 18 Sep 2022 10:22 WIB
Para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) tekstil dan sarung Majalaya, Kabupaten Bandung menjerit dikala pandemi COVID-19.
Ilustrasi/Foto: Wisma Putra
Jakarta -

Peningkatan kapasitas pekerja menjadi sesuatu yang wajib dilakukan untuk memastikan para tenaga kerja bisa mengikuti perubahan dalam kebutuhan industri, salah satunya lewat peningkatan kemampuan (upskilling).

Upskilling menjadi semakin penting dalam menyikapi transformasi digital yang diakselerasi oleh pandemi Covid-19, di mana terdapat perubahan perilaku konsumen dalam mengonsumsi sebuah produk. Transformasi digital juga diharapkan dapat menggerakkan perekonomian yang sempat terdisrupsi.

Berbagai inovasi bermunculan dalam menyikapi dinamika ini, salah satunya adalah inovasi Global Skill Center. Inisiatif yang dicetuskan oleh GIPA (Global Indonesia Professionals Association) ini diperkenalkan pada Global Human Capital (GHC) Summit 2022 yang diselenggarakan pada 25 Agustus lalu.

"Kehadiran Global Skill Center ini didasarkan pada tiga komponen, seperti platform online, kurasi data serta komitmen. Inovasi ini menjadi cara terbaik bagi kami menjangkau lebih banyak talenta dan perusahaan Indonesia untuk bersama-sama meningkatkan profesionalisme dan kualifikasi tenaga kerja," jelas Secretary General GIPA dan Head of the Americas Steven Wijaya dalam keterangannya, Minggu (18/9/2022).

Hal ini dilakukan demi meningkatkan skala usaha dan model bisnis perusahaan secara global, sehingga dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang lebih maju, terutama perekonomian Indonesia.

Program turunan Global Skill Center mempromosikan 20 keterampilan yang relevan dalam merespons perkembangan industri ekonomi hijau, digital dan kesehatan. Jenis-jenis keterampilan ini dibawa dari hasil pengamatan dan pengalaman para profesional dari berbagai industri.

Setelahnya, GIPA bersama dengan sejumlah mitra melakukan kurasi data yang bertujuan untuk memudahkan para talenta dalam keterampilan tersebut pada pekerjaan mereka masing-masing.

Head of Public Advocacy dan Head of APAC dan EMEA Christy Zakarias menyebut, dibutuhkan tiga hal penting, yaitu mindset, diversity dan literasi digital, untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja.

GIPA melalui Global Skill Center menjalankan pendekatan wawancara dengan sejumlah profesional Indonesia yang masuk dalam ekosistemnya. Hasil penelitian tersebut kemudian diintegrasikan menjadi rekomendasi dan wawasan oleh para profesional di seluruh dunia.

Tidak hanya industri, Global Skill center juga mendukung peningkatan keterampilan para pekerja UMKM. Hal ini sangat strategis bagi Indonesia mengingat ada sekitar 64,2 juta UMKM dan sekitar 97 persen dari total tenaga kerja bekerja pada sektor ini.



Simak Video "Jokowi Sebut Kawasan Industrial Park Kaltara Serap 100 Ribu Tenaga Kerja"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT