Kantongi Rp 150 Miliar, INKA Garap Proyek 53 Bus Listrik

ADVERTISEMENT

Kantongi Rp 150 Miliar, INKA Garap Proyek 53 Bus Listrik

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 30 Sep 2022 16:17 WIB
Kerja sama INKA-Muamalat garap proyek bus listrik
Foto: Aulia Damayanti/detikcom
Jakarta -

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menyalurkan dana kepada PT Industri Kereta Api atau PT INKA (Persero) senilai Rp150 miliar untuk proyek bus listrik. PT INKA sendiri melakukan pengadaan bus listrik sebagai sarana transportasi pada gelaran KTT G20 di Bali pada bulan Oktober-November 2022 nanti.

Direktur Utama Bank Muamalat Achmad Permana mengatakan pembiayaan ini diharap bisa meningkatkan portofolio pembiayaan perusahaan khususnya pada segmen korporasi salah satunya di BUMN. Selain itu, pembiayaan ini juga gencar dilakukan pasca masuknya investor baru yaitu Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) ke Bank Muamalat awal tahun ini.

"Penyaluran pembiayaan kali ini bagi kami sangat strategis. Setelah adanya pemegang saham baru (BPKH), maka salah satunya kita ingin berkolaborasi dengan BUMN, PT INKA ini salah satunya dan beberapa dalam waktu dekat juga ada yang lainnya," ujarnya saat sambutan dalam acara Seremoni Penandatanganan Pembiayaan antara Bank Muamalat dan PT INKA di Muamalat Tower, Jakarta, Jumat (30/9/2022).

Permana berharap pembiayaan ini juga menjadi pintu pertama agar bisa ada kerja sama bisnis lainnya antara Bank Muamalat dan PT INKA ke depannya. Ia juga mengatakan pembiayaan Rp 150 miliar ini untuk 2 tahun dan belum ada rencana akan ditambah, hanya saja, Permana mengatakan pihaknya terbuka untuk menambahan biaya tersebut.

"Kami berharap pemberian fasilitas pembiayaan ini akan menjadi pintu bagi terbukanya kerja sama bisnis lainnya antara Bank Muamalat dan PT INKA kedepannya. Rp 150 miliar itu untuk tahap pertama 2 tahun, nilainya bertambah setelah 2 tahun itu seperti apa itu kami terbuka," lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT INKA Budi Noviantoro mengatakan nantinya biaya yang diberikan oleh Bank Muamalat akan digunakan untuk pengadaan bus listrik sebanyak 53 bus. Saat ini sebanyak 6 bus sudah di Bali yang akan digunakan untuk G20, sisanya sudah selesai diproduksi hanya menunggu finalisasi.

"Dana ini untuk membackup pengadaan bus listrik. Jadi gini pemerintah memiliki program by the service sudah kontrak dengan Perum DAMRI. Jadi ambil bus listrik dari PT INKA," jelasnya.

"Sudah diproduksi, sekarang sudah ke 34 (bus listrik) kalau tidak salah ada di Madiun. Sudah di Bali 6 yang lainnya nunggu testing terakhir akhir Oktober 30 bus sudah sampai di sana. Karena kita juga harus siapkan SPKLU-nya," tutupnya.

Pembiayaan ini menggunakan akad musyarakah dengan maksimal tenor 4 tahun. Selain digunakan untuk mendukung pelaksanaan G20, pengadaan bus listrik ini akan menjadi transportasi umum daerah Surabaya dan Bandung hasil kerja sama PT INKA dan Perum DAMRI.

"Iya (akan beroperasi umum) di Surabaya dan Bandung itu penugasan," tuturnya

Bersambung ke halaman berikutnya. Langsung klik

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT