ADVERTISEMENT

Kapan Foxconn Mulai Bangun Pabrik di RI? Bahlil Bilang Gini

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 03 Okt 2022 17:45 WIB
speaks during the news conference on June 18, 2015 in Chiba, Japan. Softbank Corp. announced that its humanoid product, Pepper, developed by the companys Aldebaran Robotics unit, will be available for consumers at 198,000 yen on June 20, 2015. SoftBank Corp. also announced that  Alibaba Group Holding Limited and Foxconn Technology Group reached an agreement that Alibaba and Foxconn will each invest 14.5 billion in SoftBank Robotics Holdings Corp., to promote Softbanks robotic business including Pepper to the global market.
Foto: Koki Nagahama/Getty Images
Jakarta -

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengungkapkan sedikit bocoran soal kapan investasi Foxconn masuk ke Indonesia. Foxconn sendiri merupakan raksasa elektronik Taiwan yang selama ini dikenal sebagai perakit produk Apple.

Bahlil bilang masuknya Foxconn ke Indonesia tak akan lepas dari pengembangan KIT Batang, khususnya pengembangan tahap kedua dari kawasan industri andalan pemerintah tersebut. Dia menyebutkan pengembangan 450 hektare di tahap pertama KIT Batang sudah penuh oleh berbagai pabrik, baik lokal maupun asing.

Kini pemerintah sedang mempersiapkan pengembangan tahap kedua KIT Batang seluas 1.000 hektare. Nah, Foxconn akan masuk ke sana. Namun sebelum itu dia meminta pengembangan tahap kedua yang butuh melakukan 'pemotongan gunung' atau cut and fill bisa dipercepat pekerjaannya oleh jajaran Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

"Ada Pak Menteri PUPR, sengaja saya undang di sini, pak. Dengan segala hormat pak, 1.000 hektare tahap II ini di depan gunung ini, kita lakukan cut and fill," ungkap Bahlil saat meresmikan groundbreaking pabrik pipa Wavin di Batang, Senin (3/10/2022).

Ketika sudah selesai pengerjaan cut and fill perbukitan di KIT Batang, baru lah Foxconn akan masuk dan membangun pabriknya di Indonesia.

"Foxconn akan melakukan groundbreaking. Jadi, begitu selesai cut and fill, mereka akan masuk. Jadi, mohon bantuannya pak," kata Bahlil.

Bahlil sebelumnya sudah memastikan Foxconn akan masuk ke Indonesia, perusahaan Taiwan itu akan berpartisipasi pada pembangunan industri mobil listrik di KIT Batang. Dalam catatan detikcom, Agustus lalu Bahlil bilang proses studi kelayakan sudah dilakukan Foxconn dan rencananya pembangunan akan dilakukan pada akhir tahun.

"Foxconn sekarang lagi proses FS (Feasibility Study) doain Insyaallah begitu FS selesai di kuartal III, di kuartal III akhir atau kuartal IV sudah mulai pembangunan industrinya," katanya kepada awak media di kantornya, Senin (8/8/2022) yang lalu.

Sebagai informasi, kerja sama Foxconn untuk membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia itu memiliki nilai investasi sebesar US$ 8 miliar atau setara Rp 114,57 triliun.

(hal/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT