Top! 17 Ribu Karyawan Dapat Pelatihan di Kawasan Industri Nikel

ADVERTISEMENT

Top! 17 Ribu Karyawan Dapat Pelatihan di Kawasan Industri Nikel

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Senin, 03 Okt 2022 15:49 WIB
Institut Nemangkawi merupakan balai latihan kerja di Timika, Papua. Di sini warga dilatih untuk mengembangkan keterampilan dan tingkatkan daya saing SDM Papua.
Ilustrasi Pelatihan/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), kawasan industri nikel terbesar di Indonesia yang terletak di Weda, Halmahera Tengah, Maluku Utara, terus berkomitmen menaruh perhatian terhadap pengembangan Sumber Daya Manusia melalui pelatihan berbagai keahlian dan kemampuan bagi masyarakat Maluku Utara.

Sejak 2019 hingga 2022, total peserta yang mengikuti pelatihan ini mencapai 17.358 orang, dengan berbagai jenis keterampilan alat berat meliputi pelatihan excavator, wheel loader, dump Truck, dan welder. Saat ini, peserta yang sedang menjalani pelatihan berjumlah kurang lebih 800 orang.

Humas PT IWIP Bilal Sau mengatakan, program pelatihan ini adalah upaya PT IWIP dalam menyiapkan tenaga kerja yang siap dalam dunia industri. Harapannya, lanjut Bilal, angkatan kerja di Maluku Utara bisa terserap secara optimal, dengan begitu maka angka pengangguran juga bisa diminimalisir.

"Untuk pelatihan ini, kami memprioritaskan masyarakat Maluku Utara, namun tidak menutup kemungkinan dari luar juga bisa ikut bergabung. Selama pelatihan kami juga menyediakan akomodasi dan konsumsi untuk peserta pelatihan," kata Bilal dalam keterangan tertulis, Senin (3/10/2022).

Bilal mengungkapkan, pada awal tahun ini, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka pengangguran di Halmahera Tengah yang mengalami penurunan. Ia menambahkan, menurut BPS, turunnya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tidak terlepas dari kehadiran PT IWIP.

"Para peserta ini akan mengikuti pelatihan dalam rentang waktu tertentu. Di akhir nanti peserta bakal mengikuti ujian, dan jika dinyatakan lulus, mereka langsung bisa di kontrak menjadi karyawan PT IWIP," imbuhnya.

Salah satu peserta pelatihan alat berat, Risal Abdullah mengatakan, telah mengikuti pelatihan excavator selama satu bulan dua hari. Risal mengaku, alih-alih melamar sebagai pekerja umum, dirinya lebih berniat untuk mengikuti pelatihan. Meskipun ia tahu selama mengikuti pelatihan ia belum terikat kontrak sehingga belum memperoleh gaji.

"Tak masalah (belum dapat gaji), karena memang saya ingin belajar dulu. Nanti kalau sudah punya skill kan lebih bagus," ujarnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT