Pupuk Kaltim Ungkap 3 Kunci Penerapan ESG dalam Operasional Bisnis

ADVERTISEMENT

Pupuk Kaltim Ungkap 3 Kunci Penerapan ESG dalam Operasional Bisnis

Inkana Putri - detikFinance
Kamis, 06 Okt 2022 16:11 WIB
Direktur Utama PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) Rahmad Pribadi membeberkan tiga kunci penerapan ESG (Environmental, Social, and Governance) dalam operasional bisnis.
Foto: Dok. Pupuk Kaltim
Jakarta -

Direktur Utama PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) Rahmad Pribadi membeberkan tiga kunci penerapan ESG (Environmental, Social, and Governance) dalam operasional bisnis. ESG ini dinilai menjadi tanggung jawab perusahaan dalam menjawab tantangan ke depan yang lebih berorientasi pada lingkungan.

"Banyak hal yang sudah dilakukan oleh PKT terkait dengan ESG dalam usaha mengurangi emisi karbon. Salah satunya adalah di sekitar lingkungan PKT sendiri, kendaraan bermotor secara gradual diubah ke arah elektrik," ujar Rahmad dalam keterangan tertulis, Kamis (6/10/2022).

"PKT juga sudah menggunakan sepertiga tenaga surya untuk daerah perkantoran. Ini adalah budaya yang dibentuk oleh kita sesuai dengan kaidah ESG. In whatever we do, kita harus memperhatikan aspek ESG. ESG itu sudah tertanam di dalam strategi pengembangan perusahaan," imbuhnya.

Hal ini ia sampaikan dalam diskusi bersama dengan Febriany Eddy (CEO Vale Indonesia), Dilo Seno Widagdo (Direktur Pengembangan MIND ID yang diwakilkan oleh Binahidra Logiardi (Division Head Corporate Responsibility MIND ID), dalam talkshow berjudul ESG, The Future of Corporate Resilience pada Indonesia Millennial and Gen-Z Summit, Kamis (29/9).

1. Menyiapkan Peta Jalan dan Target yang Terukur

Lebih lanjut, Rahmad menjelaskan dengan menerapkan praktik bisnis yang berkelanjutan sesuai kaidah ESG, PKT menargetkan untuk mengurangi emisi gas karbon sekitar 30% pada 2030. Upaya ini dilakukan guna mewujudkan net zero emission di 2060. Dalam hal ini, kata Rahmad, PKT telah menyiapkan rancangan dalam 2 tahapan besar.

Tahap pertama, dari tahun ini sampai tahun 2030, PKT akan menganggarkan offset karbon sebanyak 30%. Beberapa hal yang sudah dilakukan PKT untuk itu antara lain, PLTS Atap yang dapat menghemat 20% - 30% kebutuhan energi PKT di area perkantoran dengan total luas 6.500 M2 dan mengganti kendaraan operasional kantor menggunakan motor listrik. Ada juga rencana membangun Pabrik Soda Ash (proyek ini juga termasuk hilirisasi) yang berpotensi menyerap CO2 sekitar 174.000 ton per tahun.

"Tahap kedua akan dimulai pada tahun 2031. Di tahap kedua ini akan dibutuhkan teknologi yang lebih tinggi yang saat ini masih dalam tahap pengembangan, yaitu low carbon sourcing dan carbon capture storage. PKT akan menyiapkan kapasitas penyimpanan carbon capture storage (CCS) bersama Pupuk Indonesia . Di sisi yang lain juga akan ada reaktivasi pabrik urea Proyek Optimasi Kaltim (POPKA-2) dan teknologi biomassa," imbuhnya.

2. Kolaborasi untuk Menciptakan Dampak Yang Lebih Besar

Selanjutnya, Rahmad mengatakan PKT juga berkolaborasi dengan masyarakat untuk menciptakan dampak positif terhadap lingkungan. PKT melanjutkan kerja sama dengan Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) untuk program Hutan Komunitas dengan melakukan penanaman pohon bersama masyarakat dengan target 10 juta pohon pada tahun 2030. Sebelumnya, PKT juga bekerja sama dengan masyarakat Bontang untuk Konservasi Terumbu Karang dan Hutan Mangrove.

3. Fokus pada Dunia di Masa Depan dimotori Generasi Milenial

Terakhir, Rahmad menyebut PKT dimotori oleh 60% milenial. Hal ini menjadi salah satu pendorong utama dalam penerapan budaya ESG di PKT. Rahmad mengakui dengan dorongan para milenial, PKT mengganti slogannya menjadi Future is Ours. pasalnya, para milenial di PKT melihat dalam rencana pengembangan PKT ke depan, seluruh elemen PKT harus memiliki spirit dan passion yang sama untuk menyambut dan menjemput masa depan.

Terkait strategi ini, Rahmad menambahkan ke depan pihaknya akan terus mengembangkan praktik-praktik yang sesuai dengan kaidah ESG untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

PKT juga mendorong penggunaan pupuk yang seimbang antara pupuk hayati dan organik sehingga memberikan dampak yang signifikan terhadap lingkungan. PKT juga siap melahirkan inovasi dan memimpin transformasi hijau industri petrokimia Tanah Air.

(akd/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT