ADVERTISEMENT

Pabrik Batang Rokok Elektrik Sampoerna Bakal Operasi Akhir Tahun 2022

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Selasa, 01 Nov 2022 15:38 WIB
Ilustrasi rokok elektrik
Foto: Thinkstock
Jakarta -

PT HM Sampoerna Tbk akan segera mengoperasikan fasilitas produksi batang tembakau bagi IQOS dengan merek HEETS di Karawang. Proyek senilai US$ 166,1 juta atau setara Rp 2,59 triliun ini ditargetkan rampung pada kuartal IV 2022.

IQOS merupakan produk tembakau inovatif bebas asap dan dirancang tanpa pembakaran karena dipanaskan secara elektrik. Perangkatnya sendiri diproduksi oleh induk perusahaan Sampoerna, Philip Morris International (PMI). Sedangkan HEETS adalah batang rokok yang akan dimasukkan ke dalam IQOS.

"Seiring dengan investasi pembangunan fasilitas produksi HEETS yang akan menjadi pabrik ke 7 di seluruh dunia, kami juga berkomitmen untuk menciptakan nilai tambah ekonomi yang terdiri dari peningkatan kapasitas riset, pembelian pasokan tembakau lokal, pengoperasian pusat layanan digital, serta pemberdayaan mitra toko kelontong, dan pemberian pelatihan kewirausahaan bagi para pelaku UMKM di Indonesia," kata Presiden Direktur Sampoerna Vassilis Gkatzelis, dalam paparan Public Expose perseroan, Selasa (01/11/2022).

Gkatzelis menyampaikan, fasilitas produksi HEETS ini dibuat untuk memenuhi permintaan domestik dan pasar ekspor di kawasan Asia Pasifik. Harapannya, fasilitas ini juga akan memperkuat kinerja ekspor Perseroan yang saat ini produknya telah menjangkau ke sekitar 40 destinasi di dunia.

"Investasi untuk fasilitas produksi yang mulai dibangun sejak 2021 ini dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal keempat 2022 untuk memenuhi permintaan domestik dan pasar ekspor di kawasan Asia Pasifik," katanya.

Langkah ini juga sejalan dengan komitmen di bawah payung program keberlanjutan Sampoerna Untuk Indonesia. Komitmen tersebut tercermin dari empat pilar keberlanjutan, yakni mendorong keunggulan operasional, mengelola dampak sosial, mengurangi jejak lingkungan, dan transformasi bisnis.

Pembangunan pabrik ini merupakan salah satu upaya dalam memberikan alternatif produk yang lebih baik bagi perokok dewasa, di bawah pilar transformasi bisnis. Tidak hanya itu, Sampoerna juga telah berkomitmen untuk untuk memastikan tidak ada limbah yang terbuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) atau zero waste to landfill pada 2024 dan mencapai karbon netral pada 2025.

Contoh upaya lainnya, lanjut Gkatzelis, perusahaan telah memperkenalkan standar praktik pertanian yang baik kepada sekitar 22.000 petani melalui perusahaan pemasok tembakau. Dalam mengelola dampak sosial, Sampoerna berkomitmen untuk mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI melalui Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) dan Sampoerna Retail Community (SRC).

"Sampoerna berkomitmen mendukung pemerintah dalam percepatan pemulihan perekonomian nasional melalui investasi jangka panjang yang berkelanjutan. Investasi kami di Indonesia menunjukkan kepercayaan Sampoerna terhadap iklim investasi dan perekonomian Indonesia. Kami berharap investasi yang berkelanjutan dapat menciptakan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia, termasuk penciptaan lapangan pekerjaan yang baru," tandasnya.

Selama 109 tahun di Indonesia, Sampoerna memperkuat kontribusinya untuk RI melalui investasi jangka panjang, peningkatan nilai ekonomi bagi seluruh mata rantai ekosistem industri hasil tembakau (IHT), serta program-program keberlanjutan. Sejak tahun 2005, Sampoerna telah berinvestasi lebih dari US$ 6,1 miliar atau setara Rp 95,16 triliun di Indonesia.

Simak Video: Rokok Elektrik Vs Rokok Konvensional, Mana yang Lebih Berbahaya?

[Gambas:Video 20detik]



(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT