Pernah Lihat 'Roket' Penghancur Tank? Bisa Hancurkan Musuh Radius 800 Meter

ADVERTISEMENT

Pernah Lihat 'Roket' Penghancur Tank? Bisa Hancurkan Musuh Radius 800 Meter

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Kamis, 03 Nov 2022 14:23 WIB
Senjata Lawan Tank (SLT) Buatan Dahana
Senjata Lawan Tank (SLT) Buatan Dahana/Foto: Shafira Cendra Arini/detikcom
Jakarta -

Perusahaan pelat merah, PT Dahana tengah mengembangkan Senjata Lawan Tank (SLT). Senjata ini menjadi salah satu produk militer buatannya yang dipamerkan di Indo Defence 2022, di JIExpo Kemayoran, Kamis (3/11/2022).

SLT adalah sistem senjata yang digunakan untuk melumpuhkan musuh, dalam bentuk roket yang dilengkapi dengan shaped charge warhead. Senior Officer PT Dahana, Andi mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan PT Hariff DTE asal Bandung dalam mengembangkan produk ini.

"Dalam tahap pengembangan, PT Hariff fokus di elektroniknya, kita fokus di produksi propelannya itu, bahan bakar pendorong roketnya," kata Andi saat ditemui detikcom di JIExpo Kemayoran, Kamis (3/11/2022).

Senjata ini terdiri atas roket (SLT) dan launcher-nya. Untuk bahan bakar pendorong roket atau propelan SLT ini menggunakan komposit. Produk ini didesain untuk dapat mengalahkan tank, yang mana Andi belum pernah mendengar senjata serupa diproduksi di dalam negeri.

Andi pun menjelaskan cara pengoperasiannya. Di bagian ujung SLT, ada bagian bernama booster, setelah booster habis dan pembakaran selesai, kemudian SLT terlontar beberapa meter ke depan. Barulah setelah itu, SLT akan menyala menuju target.

"Ini yang pegang personil dari darat untuk sasaran darat. Untuk targetnya sendiri di range 300 meter efektifnya, hanya ketika kita uji-uji sustainer-nya itu bisa sampai jarak 800 meter,"

Karena masih dalam tahap pengembangan, Andi mengatakan, saat ini roket tersebut belum diproduksi secara massal. Setelah pengembangannya selesai, SLT diupayakan mampu menghancurkan tank dengan spesifikasi umum yang ada saat ini.

"Dengan tank yang sekarang sih harusnya dengan warhead (hulu ledak) desain ini tuh udah bisa sih (menyerang tank)," kata Andi.

"Kita masih dalam tahap riset. Belum sampai tahap sertifikasi dan produksi massal. Tapi nanti arahnya mau ke sana, kita pun uji-ujinya dilalukan di Pussenif. 2020 sudah mulai dan berlanjut sampai sekarang," lanjutnya.

Dalam proses uji ini, PT Dahana juga bersinergi dengan Litbang Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) Angkatan Darat (AD). Harapannya, setelah uji produk ini selesai, PT Dahana dapat memasok senjata ini ke TNI AD. Pengembangan produk ini juga dilakukan demi meningkatkan produksi Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) buatan lokal.

(ara/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT