Top! BUMN RI Bikin Drone Kamikaze, Bisa Terbang 250 Km/Jam hingga 'Ngebom'

ADVERTISEMENT

Top! BUMN RI Bikin Drone Kamikaze, Bisa Terbang 250 Km/Jam hingga 'Ngebom'

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Kamis, 03 Nov 2022 12:54 WIB
Drone Kamikaze Buatan BUMN RI
Top! BUMN RI Bikin Drone Kamikaze, Bisa Terbang 250 Km/Jam hingga 'Ngebom'/Foto: Shafira Cendra Arini/detikcom
Jakarta -

Indonesia akan punya drone 'bunuh diri' atau kamikaze buatan lokal. Sejak 2021 ada dua BUMN yang tengah mengembangkan drone kamikaze.

Langkah ini dilakukan demi mendorong pengembangan dan produksi Alat Utama Sistem Senjata (Alusista) dalam negeri. Keduanya ialah Loitering Munition (LM), yakni pesawat tanpa awak untuk melakukan misi self destroyer dengan sistem loiter (berkeliling) di area sasaran untuk mencari target sebelum menyerang. Senjata ini biasanya digunakan untuk menyerang target-target yang memerlukan respons cepat ketika terdeteksi.

Yang pertama ialah Minibe, drone tanpa awak buatan PT Pindad (Persero). Drone yang masih dalam tahap optimasi ini telah dikembangkan sejak 2021 lalu.

"Dia bisa terbang sendiri, bisa diangkut oleh ini (drone misil), bisa juga swarming. Swarming itu jadi dia kayak lebah gitu konsepnya, jadi ada beberapa untuk dia menghancurkan satu area," kata Senior Officer Pengembangan Produk dan Proses Munisi PT Pindad, Saraswaty kepada detikcom di Indo Defence 2022 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (3/11/2022).

Drone ini hasil kerja sama dari PT Pindad dan salah satu startup lokal Bandung yaitu BETA yang diproduksi di Bandung. Saraswati mengatakan, pihaknya telah melakukan uji terbang dan saat ini tengah melalukan optimasi.

"Di sini berat misilnya 0,8 kg. Untuk daya ledak tergantung bahan peledak yang di bawa. Kekuatan ledak itu selain dari beratnya juga bergantung dati jenisnya. Kalau yang biasa dipakai Pindad itu TNT atau RDX atau campurannya. Itu mereka explosive energinya beda-beda," jelasnya.

Minibe memiliki jarak terbang hingga 25 km dan waktu terbang mencapai 15 menit. Sementara untuk kecepatannya, drone ini mampu menempuh 250 km/jam.

Dahana Punya Rajata

Sedangkan produk kedua datang dari PT Dahana (Persero) yaitu Rajata. Senior Officer PT Dahana, Andi menjelaskan, Rajata menggunakan propeler. Setelah diluncurkan ke atas, propeler inilah yang akan mengarahkannya ke sasaran.

"Jadi kalau ini set ke sasarannya itu lewat GPS. Jadi sebelum diluncurin, diset dulu targetnya, dan range-nya ini kurang lebih 30 km, kecepatan maksimal 200 km/jam," kata Andi.

Drone yang telah dikembangkan sejak 2021 silam ini bekerja sama dengan perusahaan lokal yaitu PT Aero Terra. Sama seperti Minibe, Rajata juga diproduksi di Bandung. Rajata merupakan teknologi baru dan pertama di Asia Tenggara yang dapat dibekali warhead asap maupun warhead live (bahan peledak).

Targetnya ialah sasaran tidak bergerak, di mana target dapat dikunci dari jarak jauh. Teknologinya juga memungkinkan personel yang menggunakan Rajata dapat menghancurkan target tanpa diketahui musuh.

Meski kedua drone 'bunuh diri' ini masih dalam tahap pengembangan, segera setelah optimasi dan pengujiannya selesai, Minibe dan Rajata rencananya akan diproduksi secara masal.

Lihat juga Video: Angkatan Udara Ukraina Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kamikaze Iran

[Gambas:Video 20detik]



(ara/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT