Segini Perkiraan Harga Rokok Tahun Depan Imbas Cukai Naik 10%

ADVERTISEMENT

Segini Perkiraan Harga Rokok Tahun Depan Imbas Cukai Naik 10%

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Sabtu, 05 Nov 2022 06:00 WIB
Harga rokok dipastikan naik tahun depan. Kenaikan ini menyusul kebijakan pemerintah menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) sebesar 10% pada 2023 dan 2024.
Segini Perkiraan Harga Rokok Tahun Depan Imbas Cukai Naik 10%/Foto: Dok. detikcom
Jakarta -

Pengusaha memastikan harga rokok akan naik tahun depan. Hal ini menyusul kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) sebesar 10% pada 2023 dan 2024.

Ketua Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo) Benny Wahyudi memberikan gambaran dampak dari kenaikan cukai itu terhadap harga rokok di tahun depan. Dia menjelaskan kenaikan cukai rokok merupakan hal yang berat diteruskan atau dibebankan ke konsumen karena bisa membuat produk tidak laku.

Dia mengatakan ada kemungkinan kenaikan harga rokok terjadi secara bertahap. Ia memastikan kenaikan harga rokok pasti terjadi.

"Pasti (naik harga), cuma soal waktu, karena kalau dinaikkan sekaligus, ya itu tadi, konsumen mencari rokok yang lebih murah, mungkin juga mencari rokok ilegal," jelasnya kepada detikcom, Jumat (4/11/2022).

Gaprindo merupakan kelompok pengusaha yang menaungi rokok sigaret putih mesin (SPM). Benny menuturkan ada kemungkinan harga rokok juga akan naik 10%.

"Yang jelas sekitar pasti naiknya sekitar itu 10% ya, 10% juga nanti ada kenaikan, itu proporsional saja. Karena cukai itu kan per batang, per bungkus, nantinya kan," ungkapnya.

Ia mencontohkan, jika harga rokok Marlboro harganya sekarang Rp 35 ribu per bungkus, harganya naik 10%. "Iya sekitar gitu bisa nanti Rp 38 ribu (per bungkus) kira-kira begitu," ujarnya.

Selain Marlboro, dia mengungkap ada beberapa merek yang menjual SPM seperti Dunhill, Camel, dan lain-lain. "Yang jelas nggak ada cengkihnya," tambahnya.

Pengusaha wanti-wanti rokok ilegal. Cek halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT