Redam PHK, Industri Tekstil cs Dicarikan Pasar di Amerika Latin-Timur Tengah

ADVERTISEMENT

Redam PHK, Industri Tekstil cs Dicarikan Pasar di Amerika Latin-Timur Tengah

Ilyas Fadilah - detikFinance
Selasa, 08 Nov 2022 22:26 WIB
Pameran Industri Tekstil kembali digelar di kawasan JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat. Ratusan produsen dan distributor menawarkan keunggulan mesin-mesin produk penghasil tekstil.
Foto: Rifkianto Nugroho: Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita berjanji membuka pasar buat industri tekstil cs ke Amerika Latin hingga Timur Tengah
Jakarta -

Berdasarkan laporan asosiasi, industri tekstil dan produk tekstil (TPT) serta alas kaki mengalami perlambatan kinerja. Hal ini dikarenakan menurunnya utilisasi di sektor industri serat (20%), spinning (30%), weaving dan knitting (50%), garmen (50%), pakaian bayi (20-30%), dan alas kaki (49%).

Beberapa perusahaan itu disebut sudah memangkas jam kerjanya jadi 3-4 hari. Padahal jam kerja biasanya adalah 7 hari kerja.

Sementara tenaga kerja yang terdampak PHK dari industri tekstil dan garmen dilaporkan mencapai 92.149 ribu orang dan dari industri alas kaki sebanyak 22.500 orang. Namun demikian, dari hasil laporan itu, sedang dilakukan cross check di lapangan oleh satgas internal Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan lembaga terkait.

Merespons kondisi di atas, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi. Salah satunya adalah mengalihkan tujuan ekspor ke beberapa negara.

"Pertama, kami upayakan pencarian pasar baru untuk ekspor bagi sektor industri. Kami mencoba buka akses untuk pasar ke Amerika Latin dan Selatan, Afrika, negara-negara Timur Tengah, dan Asia," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (8/11/2022).

Agus juga menyebut akan menguasai pasar dalam negeri dengan memperkuat dan mendong promosi. Serta, menjalin kerja sama lintas sektoral agar program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) semakin tumbuh.

Upaya lain yang perlu dipacu adalah penguatan daya saing industri dengan kemudahan akses bahan baku, penguatan ekosistem usaha, dan penguatan sistem produksi.

Pada triwulan III 2022, industri TPT tumbuh mencapai 8,09% (yoy), namun mengalami perlambatan secara q-to-q, dan terkontraksi hingga -0,92 dibandingkan triwulan II - 2022. Meski begitu, ekspor secara kumulatif masih mengalami kenaikan sampai dengan September 2022 sebesar 15,6% bila dibandingkan data pada periode yang sama tahun 2021.

Sementara itu, industri alas kaki, kulit, dan barang dari kulit tumbuh 13,44% (yoy) pada periode ini. Ekspor alas kaki secara kumulatif sampai dengan September 2022 juga masih mengalami kenaikan sebesar 35,0% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja pertumbuhan subsektor ini masih cukup tinggi, disebabkan pengalihan order dari China dan Vietnam ke Indonesia. Namun, Kemenperin terus mewaspadai dampak krisis global.

Oleh karena itu Kemenperin membentuk Satuan Tugas Pengamanan Krisis Industri Tekstil, Kulit Dan Alas Kaki dengan tugas utama menginventarisasi industri TPT dan alas kaki yang terdampak oleh krisis perekonomian global. Satgas akan menyusun rencana aksi dan strategi mitigasi berdasarkan inventarisasi permasalahan.

"Satgas juga berkoordinasi dengan K/L terkait dalam pelaksanaan strategi mitigasi yang diambil tersebut," pungkas Agus

(hns/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT