Anak BUMN Pupuk Genjot Kualitas SDM Biar Kinerja Moncer, Bagaimana Caranya?

ADVERTISEMENT

Anak BUMN Pupuk Genjot Kualitas SDM Biar Kinerja Moncer, Bagaimana Caranya?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 28 Nov 2022 07:22 WIB
Pupuk Kaltim
Anak BUMN Pupuk Genjot Kualitas SDM Biar Kinerja Moncer, Bagaimana Caranya?/Foto: dok Pupuk Kaltim
Jakarta -

Anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Peningkatan kualitas SDM dinilai penting terutama dalam pengembangan soft skill.

"Dengan berbagai rencana pengembangan yang akan dilakukan Pupuk Kaltim, seluruh karyawan diharap memiliki kesiapan guna mendukung rencana tersebut agar tercapai secara maksimal," ujar Direktur Keuangan dan Umum Pupuk Kaltim Qomaruzzaman dalam keterangannya, Senin (28/11/2022).

Menurut Qomaruzzaman, terciptanya SDM unggul dan kompeten merupakan salah satu fokus Pupuk Kaltim, dalam meningkatkan daya saing serta pengembangan bisnis yang lebih kompetitif.

Hal ini mengingat karyawan selaku ujung tombak perusahaan harus memiliki kesiapan sekaligus tanggungjawab bekerja secara optimal, sehingga realisasi kinerja perusahaan dapat tercapai sesuai target yang telah ditetapkan.

"Melalui kegiatan ini kami harap karyawan mampu memahami esensi dan principal terhadap pengembangan kapasitas agar mampu menjalankan tugas perusahaan dengan lebih optimal di masa datang," tambah Qomaruzzaman.

Direktur SDM, Tata Kelola dan Manajemen Risiko Pupuk Indonesia Tina T Kemala Intan mengungkapkan, dalam proses pengembangan kapasitas diri ada beberapa hal utama yang wajib dipahami setiap karyawan, di antaranya mengetahui dengan baik kapasitas dan kapabilitas diri, memahami urgensi pengembangan kapasitas yang dilakukan, penyelarasan pengembangan diri dengan tujuan karier, tidak senantiasa mengandalkan perusahaan untuk peningkatan kapasitas diri, serta tetap fokus dengan tujuan yang ingin dicapai.

"Intinya pahami tujuan akhir dari pengembangan kapasitas diri, karena apapun faktor yang mempengaruhi, tetap keputusan ada pada diri sendiri. Jangan selalu terlena pada zona nyaman dan mulai bergerak menuju zona pertumbuhan, seperti halnya tujuan perusahaan dalam melakukan berbagai pengembangan," tutur Tina.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT