Respons Anwar Ibrahim soal Gaji TKI Sawit di Malaysia Lebih Gede Ketimbang RI

ADVERTISEMENT

Respons Anwar Ibrahim soal Gaji TKI Sawit di Malaysia Lebih Gede Ketimbang RI

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Senin, 09 Jan 2023 18:30 WIB
Anwar Ibrahim datang ke CT Corp Leadership Forum
Foto: Chelsea Olivia Daffa
Jakarta -

Malaysia merupakan salah satu negara tujuan utama bagi para Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Tak heran, ternyata gaji para pekerja perkebunan sawit di sana lebih besar daripada gaji pekerja di kebun milik Malaysia yang berada di RI.

Padahal, disebut-sebut kebun milik Malaysia yang berada di RI jauh lebih luas dibandingkan dengan kebunnya yang berada di Malaysia. Menaggapi perihal ini, Perdana Menteri (PM) Malaysia Dato Sri Anwar Ibrahim mengatakan, persoalan upah ini sangat bergantung pada Consumer Price Index (CPI) dari tiap-tiap negara bersangkutan.

"Di sini harus berunding dengan teliti. Sebab, di antara sebab mereka berpindah ke sini maupun pindah ke Vietnam dan kebun China, kadar upah rendah relatif kepada CPI (Consumer Price Index) di negara masing-masing," katanya, dalam acara CT Corp LeadershipForum di Gedung Bank Mega, Jakarta Selatan, Senin (09/01/2022).

Oleh karena itu, Anwar mengatakan, dirinya tidak dapat serta merta melakukan perubahan pada upah. Menurutnya, hal ini membutuhkan diskusi yang cukup panjang.

"Kalau kita umpamanya naik mendadak, tentunya tidak akan menarik pelaboran ke negara asing. Oleh sebab itu, hal ini boleh kita bicarakan," terang Anwar.

Karena itulah, Anwar menekankan, persoalan ini harus didiskusikan secara lebih teliti ke depannya. Ia juga menegaskan, permasalahan-permasalahan menyangkut ketenagakerjaan ini perlu diselesaikan segera dan menjadi salah satu prioritasnya.

"Saya masalah pekerja ini merasa lebih terdesak untuk menyelesaikan masalah yang di Malaysia, yang dianggap bermasalah, bukan hanya dengan Indonesia, tapi soal keadilan dan keadilan sosial. Tetapi soal upah di masing-masing negara tidak boleh disamakan," terangnya.

Dalam hal ini, ia menyebut, persoalan upah di Malaysia merupakan salah satu priorotas yang akan ia selesaikan, terutama menyangkut soal upah para pekerja berskil rendah. Karena itulah, menurutnya, perlu ada perubahan kebijakan.

"Tetapi Malaysia saya setuju mesti berubah (upah), daripada dependensi on the low skill workers. Karena future kita tidak terjamin tanpa kita anjakkan dari segi industry dan policy," katanya.

(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT