Luhut Sebut Subsidi Kendaraan Listrik Disalurkan Melalui Bengkel dan Produsen

ADVERTISEMENT

Luhut Sebut Subsidi Kendaraan Listrik Disalurkan Melalui Bengkel dan Produsen

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 06 Mar 2023 18:20 WIB
Calon pembeli didampingi tenaga penjual melihat motor listrik yang di jual di showroom motor listrik  Tangkas Ciater, Tangerang Selatan, Banten, Senin (6/3/2023). Pemerintah mulai 20 Maret 2023 memberikan subsidi kendaraan listrik, demi meningkatkan keterjangkauan harga dan daya beli masyarakat terhadap kendaraan listrik, serta memacu perkembangan industri otomotif energi baru. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/hp.
Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL
Jakarta -

Pemerintah resmi akan memberikan bantuan atau subsidi kendaraan listrik pada 20 Maret 2023 ini. Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan skema penyalurannya akan diberikan melalui bengkel konversi dan produsen kendaraan listrik yang tercatat.

"Kepada perusahaan ke bengkel ke produsen. Bukan (ke konsumen), nanti digunakan nggak benar," kata Luhut dalam konferensi pers kendaraan listrik di kantor Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Jakarta Pusat, Senin (6/3/2023).

Menjawab pertanyaan mengenai kepada siapa subsidi disalurkan, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menjelaskan alasan mengapa subsidi disalurkan melalui produsen dan bengkel konversi. Menurutnya hal itu untuk memudahkan pemerintah dalam mengontrol penyalurannya.

"Ke produsen dan bengkel, jadi kami gampang ngontrolnya," tambahnya.

Selanjutnya, dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu mengatakan, ada dua program yang diberikan pemerintah dalam rangka pemberian insentif kendaraan listrik.

Pertama adalah pemberian subsidi sebesar Rp 7 juta per unit yang disasar untuk 200 ribu unit motor listrik pada 2023.

"Motor listrik ini mendapatkan bantuan pemerintah adalah diproduksi di Indonesia, TKDN 20% atau lebih, produsen motor listrik yang memenuhi kriteria persyaratan tidak menaikkan harga jual selama masa pemberian bantuan dan berkomitmen memproduksi sepeda motor dalam jumlah tersebut," ujarnya.

Selain itu, subsidi juga diberikan untuk motor konversi dari BBM ke listrik. Besarannya, sama yaitu Rp 7 juta per unit.

"Selain itu, bantuan pemerintah 7 juta per motor juga diberikan kepada motor konversi sepeda motor konvensional berbahan fosil menjadi motor listrik, ini sebanyak 50.000 unit di tahun 2023," tutupnya.

(ada/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT