PT Timah Groundbreaking Pengolahan Logam Tanah Jarang Mei

PT Timah Groundbreaking Pengolahan Logam Tanah Jarang Mei

Andi Hidayat - detikFinance
Selasa, 31 Mar 2026 17:02 WIB
Indonesia disebut memiliki 512 titik harta karun yang tersebar di tambang timah. Harta karun ini disebut-disebut mempunyai nilai investasi yang sangat besar dan dunia pun sedang berlomba-lomba mencarinya.
Ilustrasi/Foto: Rachman_punyaFOTO
Jakarta -

PT Timah (Persero) Tbk (TINS) akan memulai groundbreaking pabrik pengolahan mineral tanah jarang pada 20 Mei mendatang. Hal itu sejalan dengan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Direktur Utama Timah, Restu Widiyantoro, mengatakan pihaknya juga ditargetkan untuk memonetisasi proyek pengolahan mineral tanah jarang tersebut dalam waktu dua tahun. Artinya, Timah ditargetkan menghasilkan uang untuk negara melalui pengolahan mineral tanah jarang.

"Groundbreaking-nya nanti akan dilakukan pada 20 Mei dan Pak Presiden sudah memerintahkan harus monetisasi, selama paling cepat atau paling lambat 2 tahun harus ada produk monetisasinya. Artinya sudah bisa menghasilkan uang untuk negara," ungkap Restu dalam rapat bersama Komisi VI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (31/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Restu menjelaskan, pengembangan LTJ merupakan hal yang baru bagi perseroan. Meski demikian, ia optimistis perusahaan mampu mengelola komoditas tersebut.

ADVERTISEMENT

"Bagi kami di Timah, mineral tanah jarang juga barang sangat baru, sehingga kami juga belajar. Kami yakin, pengalaman PT Timah selama puluhan tahun mengelola timah ini, saya yakin sudah banyak yang diketahui oleh teman-teman di Timah. Hanya yang dibutuhkan di Timah adalah rasa pede untuk siap dan berani mengelola," jelasnya.

Restu menambahkan, Timah tergabung dalam konsorsium PT Perusahaan Mineral Nasional (Persero) atau Perminas dalam pengelolaan mineral tersebut. Peran Timah dalam konsorsium ini untuk mensuplai mineral tersebut.

"Untuk kami beruntung sekarang ada partner kami yang sebelumnya kami puluhan tahun sendirian. Sekarang sudah ada Perminas yang dibentuk oleh pemerintah dalam beberapa bulan ini dan sudah mulai bersama dengan kami untuk mengeksekusi program-program pemerintah," pungkasnya.

Simak juga Video Logam Tanah Jarang di RI: Harta Karun Atau Masalah Baru?

(ahi/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads