Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang mengantongi komitmen konkret dari sejumlah negara yang mencakup pendirian pusat pelatihan vokasi mutakhir, transformasi teknologi energi net-zero, jaminan pembiayaan infrastruktur pintar, hingga penguatan koridor logistik transnasional.
Direktur Utama PT Kawasan Industri Terpadu Batang, Ngurah Wirawan, mengatakan hasil ini membuktikan KEK Industropolis Batang memiliki daya tawar tinggi di panggung global.
"KEK Industropolis Batang tidak sedang sekadar menjual lahan kosong melainkan sedang merajut masa depan sebuah kota industri yang pintar, hijau, dan beradab," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (26/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertama, KEK Industropolis Batang memanfaatkan peluang Austrian Soft Loan untuk mendirikan Vocational Training Centre berskala internasional di atas lahan seluas 7 hektare (ha) di dalam kawasan. Pusat vokasi ini akan dibangun bersama EEE Group untuk transformasi talenta lokal dari sektor agrikultur tradisional ke industri modern seperti teknisi kelistrikan, elektronika, hingga pengelasan.
ANDRITZ Hydro juga telah menyatakan komitmen untuk menjajaki lokalisasi teknologi serta pasokan energi hijau untuk mendukung KEK Industropolis Batang menjadi kawasan industri berwawasan lingkungan. Seluruh komitmen ini diraup melalui pertemuan bisnis tingkat tinggi bersama Kamar Dagang Austria atau Wirtschaftskammer Γsterreich, EEE Group, dan ANDRITZ Hydro.
Kemudian, komitmen serupa dikantongi KEK Industropolis Batang di Bratislava, Slowakia, melalui pertemuan dengan 35 pimpinan korporasi Eropa melalui penyelenggaraan Indonesia-Slovakia Investment and Business Forum. Forum ini memuat acara penandatanganan kerja sama berupa Letter of Intent oleh PT Kawasan Industri Terpadu Batang dengan Innovation Platform Capital.
Kerja sama ini membuka akses pendanaan global dengan skema government-backed yang bankable untuk pembangunan infrastruktur pintar dan utilitas kawasan. Kerja sama ini juga menarik para pelaku industri maju Slovakia mulai dari Kamar Dagang Regional SOPK Bratislava, perusahaan eksportir SARIO, Edgar Baker dan GI Group, hingga korporasi otomotif dan e-mobility seperti Kinazo Design, Power Xtender, serta ICTS Logistic.
Terakhir, pertemuan strategis dengan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Kerajaan Belanda, Amrih Jinangkung. Pertemuan ini menyepakati strategi penyaringan investor yang terukur dengan menjadikan PT Wavin Manufacturing Indonesia sebagai success case atau bukti nyata iklim investasi di KEK Industropolis Batang siap beroperasi bagi korporasi Eropa Barat.
Pertemuan ini juga membahas peluang pembiayaan infrastruktur publik yang berkelanjutan senilai hingga 300 juta euro melalui lembaga keuangan Invest International Belanda yang akan dikawal ketat melalui penyusunan concept note business forum dan penyelarasan dokumen nasional seperti Blue Book demi memastikan kelayakan proyek secara nasional.
(ahi/ara)










































