BUMN Ikut Kelola Kawasan Industri Garam di NTT buat Geber Produksi

BUMN Ikut Kelola Kawasan Industri Garam di NTT buat Geber Produksi

Retno Ayuningrum - detikFinance
Minggu, 05 Jul 2026 09:45 WIB
Petambak memanen garam di kawasan penggaraman Talise, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (28/4/2026). Petambak setempat kembali memanen garam seiring membaiknya kondisi cuaca setelah lebih dari empat bulan tidak berproduksi akibat tingginya curah hujan. A
Ilustrasi/Foto: ANTARA FOTO/Basri Marzuki
Jakarta -

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng PT Garam untuk percepatan swasembada garam nasional. Hal ini ditandai dengan penandatanganan dokumen Kesepakatan Bersama tentang Pengelolaan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan, Koswara mengatakan melalui PT Garam, sentra industri garam tersebut dapat berkembang menjadi pusat industri nasional. Kesepakatan Bersama ditandatangani oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan Koswara dan Direktur Utama PT Garam Abraham Mose di sela-sela pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) KKP Tahun 2026 di Jakarta, Rabu (2/7) lalu.

Lewat kolaborasi tersebut, kedua pihak akan bersinergi dalam pengoperasian, pemanfaatan, pemeliharaan, dan pengembangan kawasan K-SIGN, sehingga dapat dikelola secara profesional, produktif, dan berkelanjutan. Rincian pelaksanaan kerja sama selanjutnya akan dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan dukungan pengalaman PT Garam sebagai BUMN pergaraman, kami optimistis program K-SIGN dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan industri garam nasional yang mampu mendukung percepatan swasembada garam," ujar Koswara dalam keterangannya, dikutip Minggu (5/7/2026).

ADVERTISEMENT

Koswara menjelaskan, kehadiran K-SIGN di Rote Ndao tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas produksi garam nasional, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi melalui keterlibatan pemerintah daerah, masyarakat, dan para pelaku usaha dalam pengembangan kawasan.

Sementara itu, Direktur Utama PT Garam, Abraham Mose, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan KKP kepada PT Garam sebagai mitra strategis dalam pengelolaan K-SIGN. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan BUMN menjadi kunci untuk menghadirkan industri garam nasional yang semakin kompetitif dan berdaya saing.

"PT Garam berkomitmen mendukung pengelolaan K-SIGN melalui penerapan tata kelola yang profesional, penguatan kapasitas operasional, serta kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Kami percaya kerja sama ini akan menjadi pijakan penting dalam memperkuat industri garam nasional sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan," ujarnya.

Melalui sinergi ini, KKP dan PT Garam mendorong K-SIGN menjadi penggerak baru industri garam nasional. Pengelolaan kawasan yang terintegrasi diharapkan dapat meningkatkan produksi dan kualitas garam dalam negeri, memperkuat ketahanan industri nasional, sekaligus membuka lebih banyak kesempatan kerja dan peluang usaha bagi masyarakat pesisir.

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads