Kelola 1,7 Juta Hektare Perkebunan, Begini Kinerja Agrinas Palma

Kelola 1,7 Juta Hektare Perkebunan, Begini Kinerja Agrinas Palma

Andi Hidayat - detikFinance
Kamis, 09 Jul 2026 14:16 WIB
Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara, Mohammad Abdul Ghani
Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara, Mohammad Abdul Ghani,/Foto: Dok. Agrinas Palma
Jakarta -

PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) atau APN membukukan surplus operasional pengelolaan aset perkebunan sebesar Rp 2,86 triliun sepanjang 2025. Capaian ini merupakan hasil pengelolaan aset perkebunan dalam rangka penugasan pemerintah.

"Pencapaian ini menjadi fondasi penting bagi APN untuk terus memperkuat peran sebagai pengelola aset perkebunan negara yang mampu menciptakan nilai tambah sekaligus memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi negara dan masyarakat," ujar Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara, Mohammad Abdul Ghani, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/7/2026).

Dari sisi pendapatan, APN membukukan laba bersih sebesar Rp 27,9 miliar dari bisnis jasa konsultan konstruksi. Laba tersebut berasal dari kegiatan usaha korporasi yang dijalankan perseroan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sisi lain, APN mengoptimalkan pengelolaan aset perkebunan negara secara profesional, produktif, dan akuntabel. Sepanjang 2025, APN mengelola areal perkebunan seluas sekitar 1,7 juta hektare.

ADVERTISEMENT

Seiring bertambahnya penugasan, luas areal yang dikelola kini meningkat menjadi 4,11 juta hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 730 ribu hektare merupakan areal tanaman kelapa sawit (planted area).

Skala pengelolaan ini memperkuat posisi APN sebagai perusahaan pengelola aset perkebunan terbesar di Indonesia. Luas areal yang dikelola juga menjadi fondasi penting untuk meningkatkan produktivitas perkebunan dan mengoptimalkan pemanfaatan aset negara.

Abdul Ghani menjelaskan, transformasi perusahaan tidak hanya berfokus pada peningkatan produktivitas. Perseroan juga memastikan pengelolaan perkebunan memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan yang baik.

"Transformasi yang kami jalankan berfokus pada pengelolaan perkebunan yang produktif, ramah lingkungan, dan ramah sosial. Kami meyakini bahwa pengelolaan aset yang didukung tata kelola yang baik, penerapan praktik perkebunan berkelanjutan, serta kemitraan yang harmonis dengan masyarakat akan menghasilkan manfaat yang optimal," pungkasnya.

Tonton juga video "Tambang Emas Ilegal Tersembunyi di Tengah Perkebunan Sawit"

(ahi/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads