Cetak Tenaga Kerja Terserap Industri, Pemerintah Genjot Sekolah Vokasi

Cetak Tenaga Kerja Terserap Industri, Pemerintah Genjot Sekolah Vokasi

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 16 Jul 2026 22:28 WIB
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.Foto: Ilyas Fadilah/detikcom
Jakarta -

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) industri yang unggul, kompeten, siap kerja dan berdaya saing global. Hal itu sebagai fondasi dalam mewujudkan visi Indonesia menjadi negara industri maju.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan pendidikan vokasi industri pada jenjang SMK-SMAK dan SMK-SMTI yang dirancang sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Pendidikan vokasi industri dinilai sebagai investasi strategis untuk menyiapkan tenaga kerja terampil yang akan menjadi penggerak utama transformasi industri nasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak ada hilirisasi tanpa laboratorium dan tidak ada laboratorium tanpa analis. Tidak ada pabrik yang berjalan tanpa teknisi yang terampil. Cita-cita besar menjadikan Indonesia sebagai pusat manufaktur dunia tidak diwujudkan di ruang rapat, tetapi di meja laboratorium dan di lantai produksi. Di sanalah para lulusan SMK-SMAK dan SMTI akan mengambil peran penting," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan tertulis, Kamis (16/7/2026).

Mengusung tema "Bersama Mencetak SDM Industri Unggul, Berdaya Saing Global dan Berkelanjutan", kegiatan tersebut menandai kelulusan sebanyak 2.369 siswa dari sembilan SMK di bawah pembinaan Kemenperin pada 2026. Kesembilan sekolah tersebut tersebar di berbagai daerah di Indonesia dengan spesialisasi beragam mulai dari kimia industri, permesinan, otomasi industri, hingga mekatronika yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan sektor manufaktur di masing-masing wilayah.

ADVERTISEMENT

Agus menyebut arah pembangunan industri nasional sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat industrialisasi dan hilirisasi dalam negeri. Oleh karena itu, keberadaan SDM industri yang kompeten menjadi faktor penentu keberhasilan transformasi tersebut.

"Keunggulan kompetensi harus dibarengi dengan kejujuran dan integritas. Hasil kerja seorang analis maupun teknisi akan dipercaya karena dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Menjaga integritas berarti menjaga mutu produk Indonesia, melindungi konsumen, sekaligus memperkuat daya saing industri nasional di pasar global," pesan Agus.

Penyelenggaraan pendidikan di SMK Kemenperin selama ini diarahkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri yang kompeten dan siap kerja. Hal tersebut diwujudkan melalui penyelarasan kurikulum dengan standar kompetensi industri, pelaksanaan praktik kerja industri berbasis sistem ganda, penguatan teaching factory dan kelas industri, serta sertifikasi kompetensi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi.

Bersambung ke halaman berikutnya. Langsung klik

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), Doddy Rahadi mengatakan kualitas lulusan sekolah vokasi Kemenperin sudah diakui oleh dunia industri. Sampai Juli 2026, sebanyak 1.483 orang atau 63,70% dari total 2.369 lulusan telah terserap bekerja di berbagai perusahaan industri.

"Capaian ini menunjukkan bahwa kompetensi lulusan SMK Kemenperin sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri," ucap Doddy.

Lulusan SMK Kemenperin telah terserap di berbagai perusahaan manufaktur nasional di antaranya PT Mayora Indah Tbk, PT Panasonic Gobel Energy Indonesia, PT Astra Daihatsu Motor, PT Toyota Boshoku Indonesia, PT Adhi Chandra Jaya, PT Sucofindo, PT LAPI Laboratories, PT Alamanda Global Health, serta sejumlah perusahaan manufaktur lainnya.

Bagi para lulusan yang masih dalam proses rekrutmen, BPSDMI bersama SMK akan memberikan asistensi selama tiga bulan ke depan untuk pencarian kerja. Selanjutnya apabila dalam enam bulan masih belum terserap, akan diberikan program penguatan kompetensi spesifik maupun fasilitasi pemagangan guna mempercepat penempatan kerja.

Selain memiliki tingkat penyerapan kerja yang tinggi, sekolah vokasi Kemenperin juga semakin diminati masyarakat. Pada tahun ajaran 2026, rasio pendaftar terhadap daya tampung mencapai 1:12,2 atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya 1:10,7. Dengan kata lain, setiap satu kursi diperebutkan oleh sekitar 12 calon peserta didik.

"Untuk menjaga kualitas penyelenggaraan pendidikan vokasi, BPSDMI akan terus memperkuat pembinaan dan evaluasi terhadap penyelenggaraan pendidikan di SMK-SMAK dan SMK-SMTI. Langkah ini diarahkan untuk menjaga konsistensi mutu, meningkatkan tata kelola satuan pendidikan, serta memastikan setiap program pendidikan menghasilkan lulusan yang semakin kompeten, adaptif dan siap menjawab kebutuhan industri," pungkas Doddy.

Halaman 2 dari 2
(aid/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads