Insentif Motor Listrik Tunggu Keputusan Menteri Keuangan

Insentif Motor Listrik Tunggu Keputusan Menteri Keuangan

Heri Purnomo - detikFinance
Rabu, 23 Sep 2026 16:46 WIB
Promo HUT RI, motor listrik Honda diskon Rp 1,8 juta
Foto: Dok. Wahana Honda
Jakarta -

Sudah pertengahan September 2026, rencana pemberian insentif untuk kendaraan motor listrik masih belum ada kepastian. Pada saat Purbaya Yudhi Sadewa menjabat sebagai Menteri Keuangan, insentif motor listrik direncanakan bulan ini.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita kini tinggal menunggu keputusan Menteri Keuangan yang dituangkan melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) tentang insentif motor listrik.

Untuk petunjuk teknis (juknis) pemberian insentif motor listrik kata Agus telah disiapkan pihaknya. Jika keputusan dari Kementerian Keuangan sudah keluar, maka pemberian insentif kendaraan motor listrik bisa jalan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita menteri teknisnya sudah siap. Kalau Menteri Keuangannya menetapkan memberikan insentif, secara teknis regulasinya kita bisa," ujar Agus saat ditemui di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Sebelumnya, Purbaya mengatakan insentif motor listrik yang bakal bergulir ini turun menjadi Rp 3 juta per unit dari rencana awalnya Rp 5 juta per unit. Di mana insentif Rp 3 juta per unit itu akan disalurkan untuk 1 juta motor listrik yang diproduksi dalam negeri dengan total anggaran Rp 3 triliun.

ADVERTISEMENT

"Itu programnya sama. Jadi 1 juta itu pasti nggak habis tahun ini kan kalau kita lihat. Kalau nggak salah masing-masing Rp 3 juta. (Anggarannya) Rp 3 triliun," ujar Purbaya di Jakarta, Kamis kemarin.

Meski begitu, Purbaya mengatakan pemberian insentif untuk 1 juta motor ini tidak akan terserap sepenuhnya tahun ini. Hal ini terjadi karena kapasitas produksi motor listrik nasional belum mencapai angkat tersebut. Purbaya menyebutkan penyerapan insentif ini hanya akan berada di kisaran angka 100.000 hingga akhir tahun.

"Itu masih kita lihat apakah daya serapnya cukup tahun ini untuk menyerap semua uang itu. Kayaknya sih nggak. Kan kapasitas produksi motor nasional belum sampai 1 juta kan. Ada yang cuma 20 ribu. Saya pikir paling 100 ribu sampai akhir tahun. Jadi nanti saya pikirkan apa bisa ditambah," katanya.

Sementara itu, keputusan pemberian motor listrik ini ditunggu-tunggu oleh industri motor listrik dan juga masyarakat.

Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Budi Setiyadi melaporkan penjualan sepeda motor listrik di Indonesia pada tahun ini merosot tajam. Tercatat hingga Agustus 2026, penjualan sepeda motor listrik hanya mencapai 18.900 unit.

Padahal kata Budi, penjualan sepeda motor listrik pada 2024 mencapai 77.000 unit pada 2024. Hal ini dorong oleh adanya subisidi. Kemudian pada 2025, meski tidak ada subsidi, penjualan masih mampu mencapai sekitar 70.000 unit.

Budi menyampaikan merosotnya penjualan sepeda motor listrik tahun ini terjadi karena ketidakpastian kebijakan subsidi. Kondisi ini membuat masyarakat cenderung menunggu kepastian sebelum membeli motor listrik.

"Di tahun 2026, sampai dengan bulan Agustus, kami sekarang ini baru sekitar 18.900. Jadi sangat turun sekali. Kenapa demikian? Tadi Pak Ketua Periklindo sudah menyampaikan, karena menyangkut masalah kebijakan pemerintah yang kadang ada, kadang tidak ada. Ini cukup mengganggu dari industri, karena memang masyarakat juga banyak yang menunggu kapan untuk subsidi akan diberikan," ujarnya dalam RDPU dengan Komisi VII DPR, Senin (21/9/2026).

Budi mengatakan pada awal tahun, pemerintah sempat menyampaikan rencana pemberian subsidi motor listrik pada 2026. Kemudian, beberapa waktu lalu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan rencana subsidi sekitar Rp 3 juta.

"Namun sampai dengan bulan September, ini juga belum ada kabarnya. Jadi sangat juga menghambat menyangkut masalah penjualan sepeda motor listrik yang ada di Indonesia sekarang ini," katanya.

Lihat juga Video BGN Evaluasi Insentif SPPG, Tak Lagi Seragam Rp 6 Juta per Hari

(hrp/fdl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads