Sarmuji Kasih Sinyal Kemenperin Bakal di Bawah Koordinasi Bahlil

Sarmuji Kasih Sinyal Kemenperin Bakal di Bawah Koordinasi Bahlil

Ilyas Fadilah - detikFinance
Jumat, 02 Okt 2026 13:24 WIB
Muhammad Sarmuji resmi menjalankan tugas sebagai Menteri Perindustrian setelah menerima serah terima jabatan dari Agus Gumiwang Kartasasmita di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, Jumat (2/10/2026).Sarmuji sebelumnya dilantik Presiden Prabowo
Menteri Perindustrian Sarmuji. Foto: Gilang Faturahman/detikfoto
Jakarta -

Menteri Perindustrian (Menperin) Sarmuji memberi sinyal kementerian yang dipimpinnya akan berada di bawah Kementerian Koordinator bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.

Jika terealisasi, artiya Sarmuji akan berkoordinasi langsung dengan Menko bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia. Saat ini Kemenperin masih di bawah koordinasi Menko bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

"Kemungkinan, kemungkinan, (di bawah Kemenko Hilirisasi) tapi saya belum lihat bidang kerjanya," kata Sarmuji saat dikonfirmasi mengenai isu tersebut di Kemenperin, Jakarta Selatan, Jumat (2/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Sarmuji, industri manufaktur dan hilirisasi memiliki makna yang hampir sama. Sebagai informasi, Sarmuji baru dilantik sebagai Menperin pada Kamis (1/10/2026) bersamaan dengan pelantikan Bahlil sebagai Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.

ADVERTISEMENT

"Karena gini, hilirisasi itu apa sih? Hilirisasi itu dengan industri itu kan hampir-hampir satu makna itu. Jadi kita hilirisasi itu ya sebenarnya industri," tutur Sarmuji.

Adapun serah terima jabatan (sertijab) Menteri Perindustrian oleh Agus Gumiwang Kartasasmita kepada Sarmuji dilakukan hari ini. Dalam sambutannya, Sarmuji berharap proses transisi kepemimpinan di Kemenperin dapat berjalan mulus.

Sarmuji menilai sektor industri memiliki posisi vital bagi Indonesia. Industri menjadi salah satu tumpuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan penyerapan tenaga kerja.

"Kita semua tahu bahwa sektor industri adalah sektor yang sangat vital bagi republik ini. Sektor industri adalah tumpuan dan harapan agar kita bisa melakukan leverage bagi pertumbuhan ekonomi, dan juga leverage menjadi daya ungkit bagi penyerapan tenaga kerja," ujar Sarmuji.

(ily/hal)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads