Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 03 Nov 2017 12:10 WIB

Kereta Cepat Disindir Proyek 'Kecebong', Rini: Lahan Sudah Bebas 54%

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Bekasi - Menteri BUMN, Rini Soemarno, buka suara soal proyek kereta cepat Jakarta-Bandung (JKT-BDG) yang disindir Roy Suryo. Politikus Partai Demokrat itu menyindir proyek tersebut 'kecebong' alias kereta cepat bohongan.

Rini menegaskan proyek kereta cepat JKT-BDG masih berjalan, namun sempat menunggu beberapa tahapan teknis sebelum bisa membebaskan lahan. Contohnya, rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) nasional baru keluar akhir April 2017.

Selain itu, penetapan lokasi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta baru keluar minggu ketiga September, dan dari Pemprov Jawa barat akhir September.


"Setelah itu baru kita bisa pembebasan lahan. Kita sekarang sudah 54% pembebasan lahan," terang Rini di sela-sela acara peresmian proyek Tol Becakayu, di Bekasi, Jumat (3/11/2017).

Pemerintah juga akan membangun perumahan untuk warga di kawasan Halim yang harus direlokasi. Proses ini akan berjalan mulai November ini.

"Insya Allah akhir November ini akan besar-besaran," janji Rini.


Rini menambahkan, pembangunan kereta cepat JKT BDG sudah kelihatan di Walini, Jawa Barat. Walini berada di perbatasan Bandung Barat dan Purwakarta.

Menurut Rini, proses pembebasan lahan di Walini sudah rampung dan sedang dalam proses membangun terowongan.

"Kalau anda ke Walini. Kalau perlu nanti saya ajak ke Walini. Itu sudah land clearing sama di situ sudah mulai untuk pembangunan tunnel," tuturnya. (hns/wdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com