Follow detikFinance
Rabu 15 Nov 2017, 10:55 WIB

Mau Dioperasikan, Konstruksi Tol Cijago Terhambat Lahan

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Mau Dioperasikan, Konstruksi Tol Cijago Terhambat Lahan Tol Cijago (Foto: Muhammad Idris)
Jakarta - Tol Cinere-Jagorawi seksi II yang menyambungkan Jalan Raya Bogor dan Kukusan di Depok sepanjang 5,5 km ditargetkan beroperasi pada Desember tahun ini. Namun meski tinggal kurang lebih sebulan menuju pengoperasian, progres konstruksi tol ini terbilang masih rendah, yakni sebesar 76,53%, atau lebih lambat 6,37% dari rencana.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna mengakui konstruksi tol yang tersambung dengan jalan bebas hambatan Jagorawi itu terbilang lambat. Hal tersebut disebabkan proses pembebasan lahan yang lambat dan terlalu banyak waktu yang dibuang menunggu proses konsinyasi saat proses musyawarah tak kunjung menemui titik terang.

"Iya betul, lambat. Mestinya segera saja yang belum bebas itu langsung dikonsinyasi semua, biar nanti diselesaikan melalui pengadilan. Itu yang memang beberapa waktu itu enggak berjalan. Enggak didorong ke sana (konsinyasi)," katanya saat dihubungi detikFinance, Rabu (15/11/2017).

Dia bilang, seharusnya proses musyawarah yang dilakukan selama 14 hari, jika tetap tak menemui kesepakatan, harus segera dikonsinyasi di pengadilan. Hal ini kata dia sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah.

"Mestinya kan kalau sudah 14 hari setelah itu kan harusnya sudah. Kalau 14 hari setelah itu ada keberatan soal itu kan langsung dikonsinyasi, tidak mengajukan banding lagi," ungkap Herry.

Adapun proses pengadaan lahan sendiri menjadi tanggung jawab pejabat pembuat komitmen (PPK), yang terdiri dari pejabat Kementerian Agraria dan Tata Ruang serta Bina Marga dari Kementerian PUPR. Ke depan pihaknya akan mendorong agar proses konsinyasi bisa segera dilakukan di pengadilan jika kendala harga soal penggantian lahan proyek tol tak kunjung disepakati.

"Kita memang mendorong untuk dilaksanakan sesuai dengan UU Nomor 2. Untuk Cijago ini sebelumnya banyak proses itu yang pending padahal seharusnya sudah bisa dicapai kesepakatan, tidak ada juga banding. Ini kan harusnya sudah dieksekusi juga sejak kapan," pungkasnya. (eds/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed