Follow detikFinance
Kamis 23 Nov 2017, 19:27 WIB

INDEF Sarankan Jokowi Selektif Pilih Proyek Infrastruktur

Eduardo Simorangkir - detikFinance
INDEF Sarankan Jokowi Selektif Pilih Proyek Infrastruktur Foto: Ari Saputra
Jakarta - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati mengatakan, sejumlah proyek infrastruktur yang kini tengah digenjot oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dianggap terlalu naif lantaran menyapu rata seluruh pembangunan dalam waktu singkat.

Dia mengakui Indonesia butuh percepatan pembangunan infrastruktur untuk mengejar ketertinggalan, namun dengan kondisi penerimaan dan beban utang negara saat ini, seharusnya pemerintah bisa lebih selektif dalam melakukan pembangunan.

"Setelah pemerintah tambah utang lagi, mestinya ini harus diprioritaskan untuk pembiayaan infrastruktur yang bisa refinancing, supaya tidak menambah beban defisit keseimbangan primer. Dengan kata lain, proyek-proyek infrastruktur pemerintah minimal harus yang bisa refinancing, tidak gali lubang, tutup lubang," katanya dalam Diskusi Ngopi Bareng Dari Seberang Istana di Restoran Ajag Ijig Jalan Juanda, Jakarta, Kamis (23/11/2017).

Menurutnya, proyek-proyek infrastruktur yang sudah berjalan dalam tiga tahun masa pemerintahan Presiden Jokowi merupakan proyek infrastruktur jangka panjang yang gagal memberikan akselerasi dalam pertumbuhan ekonomi.

"Sehingga kalau kita lihat selama dua tahun terakhir, baik 2016 maupun 2017, defisit keseimbangan primer kita justru meningkat. Defisit keseimbangan primer adalah kemampuan pemerintah dalam pengeluaran dan pendapatan. Jadi pendapatan yang diperoleh pemerintah justru jauh lebih kecil daripada pengeluaran nya. Ini disebabkan karena pengeluaran-pengeluaran yang dilakukan itu belum bisa menghasilkan pendapatan dalam jangka pendek," tutur dia.

Untuk itu, dia menyarankan agar pemerintah bisa lebih selektif dalam pembangunan infrastruktur prioritas, sekaligus memastikan proyek tersebut benar-benar bisa menciptakan lapangan kerja untuk masyarakat.

"Jadi kalau pemerintah membangun tol, membangun bendungan, memang ini akan berdampak pada peningkatan produktivitas. Tapi kan ini malah alami time lag. Sehingga ini yang tidak bisa langsung menumbuhkan kegiatan ekonomi. Kalau kegiatan ekonomi ini tidak bisa distimulasi dari pengeluaran pemerintah, maka akibatnya kontribusi dari sektor-sektor ekonomi terhadap pendapatan pemerintah melalui pajak juga tidak mengalami peningkatan," pungkasnya. (eds/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed