Follow detikFinance
Jumat 24 Nov 2017, 18:37 WIB

Tarif 6 Ruas Tol Ini Batal Naik

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Tarif 6 Ruas Tol Ini Batal Naik Foto: Dokumen Dirlantas Polda Jabar
Jakarta - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mencatat ada 19 ruas jalan tol yang akan mengalami penyesuaian tarif pada tahun ini. Dari 19 ruas tersebut, 4 di antaranya sudah mengalami penyesuaian tarif hingga awal November lalu, di antaranya tol Tangerang-Merak, Cikampek-Palimanan, Makassar Seksi IV dan Tol Gempol-Pandaan.

Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna mengatakan, sisa 13 ruas yang telah dievaluasi standar pelayanan minimum (SPM) nya, ada 6 ruas yang batal mengalami kenaikan tarif pada tahun ini. Enam tol tersebut di antaranya Cikampek-Purwakarta-Padalarang, Padalarang-Cileunyi, JORR Non S (E1, E2, E3, W2S) Tol Pondok Aren-Ulujami, JORR W2 Utara dan JORR S.

"Dari evaluasi yang dilakukan, ada 6 ruas yang ditunda penyesuaian tarifnya," katanya dalam jumpa pers di Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (24/11/2017).


Dia bilang, 6 ruas tol yang tidak memenuhi standar pelayanan minimum (SPM) jalan tol itu akan ditunda penyesuaian tarifnya selambat-lambatnya hingga 90 hari ke depan sambil memenuhi standar yang sudah ditetapkan.

"Mereka (BUJT) harus ajukan kembali, laporkan perbaikan, dan dicek ulang oleh BPJT," sambungnya.

Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang yang dikelola oleh Jasa Marga misalnya. Substansi yang tidak memenuhi pada pemeriksaan terakhir di antaranya adanya masih adanya lubang, retak, penampang saluran, lubang di bahu jalan, retak bahu jalan, rambu, marka, anti silau, kebersihan gardu, hingga kondisi jalan dan on/off ramp pada tempat istirahat.


Kemudian tol Padalarang-Cileunyi yang dioperatori oleh Jasa Marga. Substansi yang tidak memenuhi pada pemeriksaan terakhir di antaranya lubang, retak, guardrail, marka, reflektor, penerangan jalan umum, pagar rumija, informasi dan komunikasi, dan kebersihan.

Tol lainnya adalah JORR Non S (E1,E2, E3, W2S) Tol Pondok Aren-Ulujam dan JORR W2 Utara yang dikelola Jasa Marga, serta Tol JORR S yang dikelola PT Hutama Karya. Beberapa hal yang tidak memenuhi standar pada ruas tersebut di antaranya soal kekesatan, ketidakrataan, kecepatan tempuh rata-rata yang tidak memadai hingga rambu, marka, dan reflektor. (eds/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed