3 BUMN akan Suntik Rp 9 T ke Perusahaan Patungan LRT Jabodebek

3 BUMN akan Suntik Rp 9 T ke Perusahaan Patungan LRT Jabodebek

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Selasa, 28 Nov 2017 20:23 WIB
3 BUMN akan Suntik Rp 9 T ke Perusahaan Patungan LRT Jabodebek
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Biaya proyek Light Rail Transit (LRT) Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (Jabodebek) bengkak dari Rp 26,7 triliun menjadi Rp 31 triliun. Menteri BUMN, Rini Soemarno pun mengusulkan BUMN yang terlibat dalam proyek ini membentuk perusahaan patungan alias joint venture.

BUMN itu adalah PT Adhi Karya Tbk, PT Kereta Api Indonesia (KAI), dengan menggandeng PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Ketiga BUMN ini akan membentuk perusahaan patungan yang akan menjadi investor LRT Jabodebek.

"Kami usulkan bukan KAI yang jadi investor tapi joint venture yang jadi investor. Kita minta dibentuk kayak Railink, perusahaan baru yang akan menjadi investor dan mengoperasikan LRT itu, di mana investor dari joint venture itu adalah KAI, Adhi Karya, dan kemungkinan kita lihat apakah ada BUMN lain yang ikut juga," katanya saat ditemui usai menjajal KA Bandara di Stasiun Sudirman Baru, Jakarta, Selasa (28/11/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Utama Adhi Karya, Budi Harto, menambahkan Adhi bersama dua BUMN lainnya akan mengucurkan modal pada perusahaan patungan itu. Jumlahnya masing-masing Rp 1,4 triliun dari Adhi Karya, Rp 4 triliun dari KAI dan Rp 3,6 triliun dari SMI.

"Jadi KAI empat (triliun rupiah), Adhi satu koma empat, SMI tiga koma enam. Sembilan triliun cukup, enggak ada PMN lagi," kata Budi di lokasi yang sama.

Budi berujar, Adhi Karya akan tetap menjadi kontraktor pelaksana proyek ini. Namun dalam hal pra sarana, sarana hingga nantinya menjadi operator, LRT akan diserahkan kepada perusahaan patungan.

"Jadi nanti JV yang jadi investor, JV yang bayar, JV yang cari pinjaman. Modalnya Rp 9 triliun," tuturnya.

Pembentukan perusahaan patungan ini dipercaya lebih baik ketimbang memberikan tambahan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada BUMN. Sementara sisa dana pembangunan LRT Jabodebek akan diambil dari pinjaman perbankan.

"Jadi lebih ringan nantinya," tutur Budi. (eds/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads