Follow detikFinance
Selasa 05 Dec 2017, 19:57 WIB

Menhub: 30% Penumpang ke Soetta akan Beralih Pakai Kereta Bandara

Fadhly Fauzy Rachman - detikFinance
Menhub: 30% Penumpang ke Soetta akan Beralih Pakai Kereta Bandara Foto: Fadhly Fauzi Rachman
Jakarta - Sebentar lagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya bisa mulai menikmati moda transportasi baru menuju Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Adapun transportasi yang baru ini ialah kereta yang menuju Bandara Soetta, atau biasa disebut dengan kereta bandara.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, kereta bandara merupakan satu bentuk layanan transportasi baru yang diharapkan dapat diminati oleh masyarakat luas. Saat ini pun, Budi Karya mengatakan, bahwa kereta bandara masih dalam proses uji coba.

"Memang masa-masa ini kereta Bandara sedang dilakukan uji coba, agar level of service KA Bandara bagus. Sejauh ini kita dari BNI (Stasiun Sudirman Baru) sampai ke sini kira-kira 55 menit dan cukup enjoy. Memang kereta ini satu bentuk dari layanan baru untuk masyarakat tentunya ini merupakan lifestyle baru. Secara makro pemerintah ingin transportasi ini jadi bagian keseharian kita dan kereta Bandara jadi bagian itu," kata Budi Karya sehabis menjajal kereta bandara di Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (5/11/2017).


Dirinya mengatakan, dengan adanya kereta bandara ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan serta kepadatan lalu-lintas menuju Bandara Soekarno-Hatta. Selain itu, kereta bandara juga dinilai ramah lingkungan.

"Kita ingin masyarakat menggunakannya secara maksimal agar satu angkutan yang merupakan angkutan masa depan yang eco friendly tapi juga kurangi kemacetan, kurangi kepadatan, dalam catatan kita 20-30% penumpang yang ke Soetta berpindah," katanya.

"Selanjutnya akan kita tambahkan lagi angkutan masal seperti MRT, LRT, bus dan sebagainya. Ini kampanye fasilitas baru, kalaupun ada tarif tentu mari didukung. Karena ini 100% investasi swasta bukan APBN," katanya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan bahwa peresmian kereta bandara ini rencananya dilakukan pada pekan mendatang, dan peresmian secara langsung dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kendati begitu, dirinya belum bisa menuturkan kapan tanggal pasti peresmian itu dilakukan.

"Sekarang uji coba. Saya tugaskan mulai besok, 1-2 hari ini dipakai lebih intensif supaya minggu depan Pak Presiden bisa resmikan dan secara masif digunakan 1 Januari," pungkasnya. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed