Follow detikFinance
Kamis 07 Dec 2017, 18:22 WIB

Sri Mulyani Ingatkan Masyarakat Hati-hati Investasi Bitcoin

Hendra Kusuma - detikFinance
Sri Mulyani Ingatkan Masyarakat Hati-hati Investasi Bitcoin Foto: Tim Infografis, Mindra Purnomo
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tidak ingin masyarakat menjadikan uang virtual sebagai tujuan investasi meskipun saat ini prospeknya dinilai bagus.

Sebut saja seperti Bitcoin yang harganya terus merangkak naik. Kini Bitcoin mencetak sejarah dengan harga menembus US$ 14.000 per keping atau setara Rp 190 juta.

Sri Mulyani mengaku, uang virtual untuk saat ini terus menunjukkan harganya yang makin tinggi namun rentan terhadap kerugian. Seperti halnya terjadi bubble economy akibat spekulasi terkait dengan fenomena uang virtual.


"Bagi rakyat Indonesia yang nampaknya sering dimunculkan karena menunjukkan harganya makin tinggi ini dilirik sebagai salah satu bentuk investasi namun kita tidak berharap terjadinya suatu spekulasi atau bubble yang menimbulkan kerugian," kata Sri Mulyani di JCC, Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Sri Mulyani mengatakan, aturan mengenai kejelasan posisi uang virtual ini menjadi ranahnya Bank Indonesia (BI). Sedangkan jika dijadikan sebagai alat pembayaran atau investasi menjadi ranahnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Oleh karena itu proteksi terhadap mereka yang akan menggunakan komoditas atau barang tersebut untuk apakah sebagai invest atau tujuan lain harus tetap di dalam konteks keamanan investasi, dan sesuai rambu-rambu peraturan UU di bidang keuangan dan mata uang," tutup dia (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed