Kereta Trans Sulawesi Ditarget Beroperasi 44 Km Tahun Depan

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Jumat, 15 Des 2017 11:35 WIB
Foto: Suparno
Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) masih terus melakukan pembangunan proyek kereta api Trans Sulawesi untuk rute Makassar-Parepare. Proyek tersebut ditargetkan bisa beroperasi sepanjang 44 kilometer (km) pada 2018.

Direktur Jendral Perkeretaapian Kemenhub, Zulfikri, mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih fokus melakukan dua pekerjaan di proyek itu, yakni pembebasan lahan serta pembangunan fisik.

"Progres sekarang kan ada dua pekerjaan. Pekerjaan pembebasan lahan, yang dibiayai dengan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), dan progres pembangunan fisik, yang menggunakan dana kita," kata Zulfikri saat berbincang dengan detikFinance di Kemenhub, Jakarta, Kamis (14/12/2017).


Zulfikri mengatakan, saat ini pihaknya telah menyelesaikan pembangunan jalur kereta sepanjang 16 km dari Kabupaten Barru dan terus dikerjakan ke arah utara hingga 44 km jauhnya. Pada ruas tersebut, proses pembebasan lahan sudah selesai.

"Kan yang dulu tahun 2015 sudah terbangun 16 kilometer dari Barru, sekarang dibangun lagi ke utara. Karena pembebasan lahan ke utara sudah clear 44 km ke arah Palanro, dari Barru," jelasnya.

Oleh sebab itu, dirinya menargetkan, pada akhir tahun 2018 mendatang kereta api Trans Sulawesi itu sudah siap beroperasi sepanjang 44 km. Pada saat itu juga, tambah Zufikri, pihaknya juga akan secara paralel melakukan pekerjaan sisanya.

Diharapkan, pada tahun 2019 jalur kereta dengan panjang 111 km tersebut bisa selesai dikerjakan.

"Jadi nanti diharapkan akhir tahun 2018 selesailah, siap dioperasikan sepanjang 44km, termasuk yang ke Pelabuhan Garongkong. Secara paralel juga, tahun ini dan tahun depan, pembebasan lahan ke arah selatan, ke arah Maros juga dilakukan juga. Tahun 2019, dilakukan pembangunan juga yang ke sana ke Maros. Jadi 111 km kita harapkan 2019 selesai, pungkasnya. (mkj/mkj)