Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 03 Jan 2018 13:38 WIB

Rugi Rp 2 M, Berapa Sih Biaya Bikin Satu Girder Tol Desari?

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Sebanyak enam girder tol Depok-Antasari (Desari) ambruk pagi kemarin lantaran disenggol oleh eskavator yang sedang bekerja. Ambruknya girder beton dari tol yang masuk sebagai salah satu proyek strategis nasional (PSN) Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini diperkirakan menelan kerugian hingga Rp 2 miliar.

Deputi Project Manager PT Citra Waspphutowa, Indra Purnadi mengatakan, kerugian tersebut terdiri dari biaya penggantian enam buah girder tol yang ambruk dan mobil truk yang tertimpa dari beton yang jatuh.

Biaya pembuatan satu buah girder beton sendiri menelan biaya yang cukup tinggi. Indra mengatakan, biaya pembuatan satu buah girder dengan bentang 30 meter saja membutuhkan biaya Rp 300 juta. Girder dengan bentang 30 meter tersebut merupakan enam segmen girder yang dirangkai menjadi satu.

"Kalau biaya sekitar 300 juta satu girder, dikali enam, ya biaya enam buah girder itu sekitar Rp 1,8 (miliar)," jelasnya.


Indra menjelaskan, girder-girder tersebut ambruk lantaran tersenggol oleh eskavator yang tengah bekerja. Hal ini pun membuat efek domino terhadap girder yang lain sehingga satu rangkaian girder yang terdiri dari enam buah girder bentangan 30 meter itu ambruk.

"Itu human error. Eskavator sedang operasi di samping jembatan. Saat moving, itu senggol salah satu girder. Karena salah satunya terjatuh, efek domino, dan yang lainnya jatuh," tutur dia.

Dia bilang, pengamanan sejatinya sudah dilakukan terhadap girder yang sudah terpasang. Namun memang belum dilanjutkan ke pekerjaan penguncian diafragma lantaran adanya kendala teknis pada pekerjaan.

"Masing-masing itu sudah terangkai girdernya. Tapi seharusnya SOP-nya itu dilanjutkan dengan pekerjaan diafragma untuk mengikat keseluruhan girder. Tapi dari tanggal 22 Desember sampai akhir tahun, ada pembatasan truk untuk masuk dalam kota sehingga kita kesulitan mendatangkan material untuk beton," tandasnya. (eds/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com