Follow detikFinance
Selasa, 09 Jan 2018 08:40 WIB

Dana Rp 405 Triliun Bisa Bangun 165 Pos Perbatasan Megah

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Luthfy Syahban/Infografis Foto: Luthfy Syahban/Infografis
Jakarta - PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI) berniat membangun moda transportasi kereta ringan atau light rail transit (LRT) di wilayah Jakarta dan sekitarnya dengan nilai investasi fantastis mencapai Rp 405 triliun.

Nilai investasi yang sangat besar tersebut diperkirakan akan membangun 400 km jalur LRT di sejumlah penjuru Jakarta dan kota sekitarnya.

Namun, tahukah Anda bahwa dengan duit sebanyak itu ada sekitar 165 pos lintas batas negara (PLBN) yang bisa dibangun di perbatasan Indonesia? Angka tersebut didapat dari nilai Rp 405 triliun yang dibagi dengan total biaya pembangunan 7 buah PLBN yang ada saat ini, baik tahap I maupun tahap II.

Berdasarkan informasi yang dihimpun detikFinance di Jakarta, Selasa (9/1/2018), biaya pembangunan 7 buah PLBN yang dipugar oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencapai Rp 2,44 triliun.

Biaya pembangunan tersebut terdiri dari biaya pembangunan tahap I 7 buah PLBN yang kini telah rampung sebesar Rp 943,56 miliar ditambah biaya pembangunan tahap II 7 PLBN sebesar Rp 1,5 triliun.

Dengan dana sebesar Rp 405 triliun, maka sejumlah PLBN yang sebelumnya dibangun di Kalimantan (Aruk, Entikong, Nanga Badau), NTT (Motaain, Wini, Motamasin) dan Papua (Skouw) pun nantinya bisa dibangun di berbagai penjuru perbatasan Indonesia lainnya.

Sejumlah lokasi PLBN baru lainnya yang akan dibangun lainnya pun bahkan mungkin bisa dibangun lebih megah lagi. Sebut saja di wilayah-wilayah perbatasan seperti di Kabupaten Bengkalis (Riau), Serasan, Kabupaten Natuna (Kepulauan Riau), Jagoi Babang di Kabupaten Bengkayang (Kalbar), Jasa di Kabupaten Sintang (Kalbar), Sei Pancang di Kabupaten Nunukan (Kalimantan Utara), Napan di Kabupaten Timur Tengah Utara (NTT), Maritaeng di Kabupaten Alor (NTT), Oepuli di Kabupaten Kupang (NTT) dan Waris di Kabupaten Kherom (Papua).


Sejumlah PLBN yang dibangun tersebut dilengkapi dengan sejumlah fasilitas yang terintegrasi berupa fasilitas pendukung, baik yang berada di zona inti PLBN maupun zona pendukung. Seluruh PLBN ini akan dilengkapi oleh pasar yang diharapkan dapat mendukung berjalannya aktivitas ekonomi di wilayah perbatasan.

Selain akan dilengkapi pasar yang berada di luar zona inti PLBN, masing-masing kawasan PLBN terpadu juga akan dilengkapi beberapa fasilitas pendukung lainnya seperti penginapan wisma Indonesia, gedung serbaguna, foodcourt, masjid, gereja, parkir pasar, jalan beton dan saluran, trotoar jalan, pagar keliling, mess pegawai tipe 45, 54, dan 75 hingga mesin ATM.

(eds/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed