Follow detikFinance
Jumat 19 Jan 2018, 22:27 WIB

Kerja Sama Operasi di Bandara Kertajati Berlangsung 17 Tahun

Trio Hamdani - detikFinance
Kerja Sama Operasi di Bandara Kertajati Berlangsung 17 Tahun Foto: Puti Aini Yasmin/detikFinance
Jakarta - Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Panjaitan menjelaskan PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) dan PT Angkasa Pura (AP) II telah menyepakati Kerja Sama Operasi (KSO) pada proyek Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati. KSO itu berlangsung selama 17 tahun.

"(Bandara) Kertajati tadi sudah selesai, tanggal 23, Senin ditandatangani. Isinya 17 tahun. Mengenai hitungan-hitungan lain lebih maju," kata Luhut usai rapat koordinasi (rakor) membahas perkembangan Bandara Internasional Kertajati di Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakarta, Jumat (19/1/2018).

Luhut juga menjelaskan bahwa swasta juga dilibatkan melalui investasi di Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) Bandara Kertajati yang sementara ini porsinya berkisar 13%-18%.


"Tidak hanya BIJB dengan AP II, ada RDPT. Dengan itu swasta masuk. Jadi kita buktikan sistem pendanaan itu tidak pemerintah lagi semua, tidak lagi BUMN, tapi juga swasta bisa masuk sesuai instruksi presiden," terang Luhut.

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin juga memastikan hal serupa bahwa KSO disepakat hingga 17 tahun.

"17 tahun ya, sudah diputuskan," kata Awaluddin.


Selain itu, diputuskan pula hasil sementara pembagian porsi saham Bandara Internasional Kertajati. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan sementara ini Pemprov Jawa Barat (Jabar) memperoleh kedudukan saham 62% untuk Bandara Internasional Kertajati.

"Komposisi sementara Pemda 62%," sebut Budi Karya.

Awaluddin menambahkan, perkiraan saat ini, kedudukan saham untuk Angkasa Pura (AP) II sekitar 20%-25% dan untuk Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) Bandara Kertajati antara 13%-18%.

"RDPT kita masih akan diskusikan, jadi keputusannya tetep di pemegang saham. Tapi ancer-ancer pemegang saham sudah memberikan ruang RDPT di 13-18%, sehingga di luar RDPT 20-25% yang direct equity" lanjutnya.

"Kita yang ambil porsi direct equity 20-25% biar pemegang saham yang memutuskan, tapi angkanya udah fix diangka segitu," jelas Awaluddin. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed