Follow detikFinance
Rabu, 24 Jan 2018 11:24 WIB

Mengingat Janji Infrastruktur Anies-Sandi di 100 Hari Pertama

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta terpilih periode 2017-2022 Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno telah memasuki 100 hari kerja pertamanya pada hari ini. Dalam 100 hari, ada sejumlah rencana pembangunan infrastruktur yang dijanjikan oleh kedua orang nomor satu di Jakarta itu.

Berdasarkan catatan detikFinance, Rabu (24/1/2018), beberapa rencana pembangunan infrastruktur yang sempat disampaikan kepada publik di antaranya adalah rencana kerja sama swasta pembangunan kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) Jakarta dengan PT Ratu Prabu Energi sepanjang 400 km.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno saat itu mengaku telah melakukan pertemuan dengan PT Ratu Prabu Energi di Balai Kota.

Dalam pertemuan yang berlangsung pada 4 Januari 2018 itu, Sandi mengatakan telah mendapatkan tawaran dari Ratu Prabu untuk menggarap LRT sepanjang 400 km yang jalurnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Sandi mengatakan perusahaan yang telah melantai di Bursa Efek Indonesia itu telah melakukan kajian bersama konsultan. Nilai proyeknya pun cukup fantastis, mencapai Rp 400 triliun.

Sejauh ini, Ratu Prabu sendiri mengatakan akan membangun proyek tersebut dengan tahap awal membentuk konsorsium. Dalam perusahaan joinan tersebut, Ratu Prabu akan mengajak China Railway Construction Corporation sebagai kontraktornya yang juga menggarap proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Proyek ini rencananya terbagi dalam 3 fase, di mana fase pertama akan dimulai pada 2020 dengan lama pengerjaan 3 tahun. Namun, itu pun jika Ratu Prabu sudah mendapatkan izin dari pemerintah.

Selain itu, ada pula rencana pembangunan jalan tol bawah tanah yang diintegrasikan dengan pembangunan Jakarta Integrated Tunnel (JIT). Kerja sama ini dilakukan dengan PT Jakarta Toll Road Development (JTD) yang memiliki konsesi enam ruas tol dalam kota yang saat ini sebagian seksinya tengah dalam masa pembangunan.

Sandiaga Uno mengatakan, di dalam proyek tunnel terpadu atau JIT senilai US$ 3 miliar (Rp 39 triliun) itu, bakal ada 2 fase dari 2 seksi dari enam ruas tol dalam kota yang akan diintegrasikan.

Namun demikian, rencana Pemprov DKI Jakarta untuk mengintegrasikan pembangunan JIT dengan jalan tol dalam kota ternyata belum menemui titik kesepakatan dengan pemilik konsesi jalan tol itu sendiri, PT JTD. Direktur Utama PT JTD, Frans Sunito mengatakan, pihaknya sampai saat ini masih mempelajari hasil kajian yang dilakukan penggarap proyek JIT, PT Antaredja dan belum tahu kapan proyek itu bisa direalisasikan.


Rencana pembangunan infrastruktur lainnya yang pernah disampaikan dalam 100 hari pertama kerja Anies dan Sandi adalah percepatan pembangunan LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Velodrome sepanjang 5,8 km. Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno meminta kepada Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku penggarap proyek mempercepat waktu penyelesaian dari jadwal yang ditentukan.

LRT Jakarta dalam kontrak dijadwalkan rampung pada bulan Agustus 2018. Kereta ringan massal itu diminta rampung sebulan lebih awal, dan akan dipakai untuk menunjang gelaran Asian Games 2018 yang dimulai pada Agustus mendatang.

Infrastruktur lainnya yang dijanjikan adalah pembangunan 35 pasar rakyat bersubsidi di Jakarta. Pembangunan pasar rakyat bersubsidi iti direncanakan mulai dibangun pada tahun ini dan bisa selesai semuanya di tahun 2019.

Selain itu ada pula pengembangan kawasan Pulo Gadung dengan basis ekonomi digital. Kawasan ini diharapkan akan terhubung dengan pusat pertumbuhan ekonomi lain di Jakarta. Pengembangan kawasan ini akan dilakukan oleh Pemprov DKI bersama BUMN.

(eds/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed