Follow detikFinance
Rabu, 14 Feb 2018 08:56 WIB

Apa Kabar Rencana Sandi 'Kawinkan' Tol dengan Terowongan Raksasa di DKI?

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Ilustrasi Foto: Wisma Putra Ilustrasi Foto: Wisma Putra
Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno menginginkan agar pembangunan proyek Jakarta Integrated Tunnel (JIT) dapat dikerjasamakan dengan pembangunan jalan tol bawah tanah. Kerja sama ini dilakukan dengan PT Jakarta Toll Road Development (JTD) yang memiliki konsesi enam ruas tol dalam kota yang saat ini sebagian seksinya tengah dalam masa pembangunan.

Rencana Pemprov DKI Jakarta untuk mengintegrasikan pembangunan Jakarta Integrated Tunnel (JIT) dengan jalan tol dalam kota sendiri belum menemui titik kesepakatan dengan pemilik konsesi jalan tol itu sendiri, yakni PT JTD. Direktur Utama JTD, Frans Sunito mengatakan sampai saat ini pihaknya masih mempelajari hasil kajian yang telah dilakukan penggarap proyek JIT, PT Antaredja.

"Kita sudah lihat-lihat sih (kajiannya). Tapi saya dengar akan ada satu pembahasan khusus nantinya oleh pihak DKI juga. Tapi saya belum tahu itu dengan siapa saja, saya tinggal terima undangan saja," katanya kepada detikFinance saat dihubungi, Rabu (14/2/2018).

Meski demikian, usulan mengenai rencana ini belum disampaikan secara resmi oleh JTD maupun Pemprov DKI selaku pemilik proyek JIT kepada Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR selaku otoritas jalan tol. Menurut Frans, pengerjasamaan pembangunan tol di bawah tanah dengan proyek JIT akan mengubah struktur konsesi dari proyek yang telah ditetapkan oleh BPJT.

"Kan masih akan dilakukan pembahasan-pembahasan lebih jauh mengenai aspek teknisnya, financial dan sebagainya. Intinya kita harus lihat dulu semua. Kita kaji dulu. Karena ini kan mengubah konsesi jalan tol ini. Sementara yang memberikan konsesi kan pemerintah," ujarnya.


Adapun proyek JIT sendiri rencananya dibangun mulai tahun 2018 dan ditarget rampung dalam waktu tiga tahun, yakni tahun 2021. Namun belum diketahui, kapan rencana untuk pengerjaan tol bawah tanahnya.

JIT sendiri akan dibangun di bawah tanah di kedalaman sekitar 15 meter. JIT berbentuk semacam terowongan dengan diameter 11 meter yang ada di bawah tanah.

JIT rencananya dibangun dua tingkat terowongan. Terowongan paling bawah rencananya bakal digunakan sebagai saluran air, sedangkan saluran di atasnya untuk jalan tol. Fungsi terowongan itu di antaranya untuk pengendali banjir, menjadi jalan tol, penampungan air, dan pembangkit listrik.

(eds/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed